Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisHebat! Sabut Kelapa Asal Pangandaran Tembus Hingga China

Hebat! Sabut Kelapa Asal Pangandaran Tembus Hingga China

Para pekerja pabrik pengolahan sabut kelapa, tampak sedang melakukan proses penjemuran. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemasaran hasil produksi sabut kelapa asal Dusun Buniseuri, Desa Karang Jaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, mampu tembus hingga ke negeri tirai bambu yaitu China. Sabut kelapa tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan spring bed, jok mobil dan kursi.

Saat ditemui HR Online, Rabu (13/01/2016), pemilik pabrik pengolahan sabut kelapa, Suhati (49), warga Dusun Buniseuri, Desa Karang Jaladri itu mengaku, dalam dua hari pabrik miliknya itu mampu memproduksi 10 ton sabut kelapa yang sudah dikemas, kemudian dikirim ke China.

Dia pun menuturkan, usaha yang dijalaninya selama satu tahun ini berawal dari faktor kebutuhan ekonomi keluarganya. Selama tiga bulan Suhati dibantu dua orang anaknya harus bekerja keras mengelola pabrik sabut kelapa, dan kini dirinya sudah punya 30 orang pekerja yang ikut dalam usahanya itu.

“Ya, karena butuh uang jadi saya nekad buka usaha ini. Saya beli mesin sabut kelapa seharga 50 juta rupiah, itupun bekas, kalau baru harganya di atas 50 juta. Alhamdulillah, usaha yang saya rintis sudah membuahkan hasil,” tutur Suhati, yang memiliki dua anak, satu diantaranya masih kuliah, dan satu lagi sudah berumah tangga.

Suhati juga mengungkapkan, pada awalnya pabrik sabut kelapa yang dikelolanya itu hanya dikerjakan oleh kedua anaknya. Namun selang waktu tiga bulan mulai banyak tetangganya yang ingin ikut bekerja, terutama kaum hawa. Bahkan, permintaan pengiriman sabut kelapa pun meningkat hingga lima kali lipat.

Untuk kebutuhan bahan baku sabut kelapa, yakni sepet atau tapas kelapa, pabriknya disuplay dari sejumlah pabrik kelapa yang ada di daerah Parigi, Cijulang, Cimerak dan Sidamulih.

Dalam pengolahannya, bahan baku tersebut diproses dengan mesin, selanjutnya sabut yang sudah diolah lalu dijemur dalam waktu beberapa hari, dan setelah kering sabut kelapa dipres dengan mesin khusus.

“Sabut kelapa yang sudah dikemas itu lalu dikirim ke China untuk dijadikan bahan baku pembuatan spring bed, jok mobil dan kursi,” kata Suhati.

Sementara itu Rokayah, salah seorang pegawai pabrik sabut kelapa, mengaku, semenjak dirinya bekerja di pabrik milik Suhati, kini taraf kehidupnya peningkatan dibanding sebelumnya. “Meskipun tidak terlalu besar, namun cukup terbantu,” ucap Rokayah. (Ntang/R3/HR-Online)

- Advertisment -