Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita BanjarIni Penipuan Modus Baru di Banjar yang Menimpa Puluhan Warga

Ini Penipuan Modus Baru di Banjar yang Menimpa Puluhan Warga

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, akhir-akhir ini banyak yang menjadi korban penipuan dengan modus baru, yakni dengan cara gadai tanah. Pelaku kejahatan bermodus tersebut diketahui bernama Nyai, seorang wanita paruh baya, warga Desa Rejasari, Kecamatan Langensari.

Saat ditemui HR Online usai acara pisah sambut Lurah Muktisari, Kamis (14/01/2016), Sekretaris Kecamatan Langensari, Jajat Sudrajat, S.Sos., mengatakan, saat dirinya masih menjabat Lurah Muktisari, pernah kedatangan warga yang mengadukan bahwa sawah miliknya tanpa sepengetahuan digarap orang lain.

“Dan ternyata setelah diselidiki, orang yang menggarap sawah milik warga tersebut adalah korban penipuan yang telah gadai sawah dari seorang perempuan bernama Nyai, dimana sawah tersebut bukan pemilik Nyai,” terang Jajat.

Sementara itu, Kepala Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Siti Aisah, juga mengungkapkan bahwa warganya menjadi korban penipuan Nyai. Awal kejadiannya, Nyai mendatangai rumah salah satu warganya berniat menyampaikan ingin menggadaikan sawahnya dengan luas dan lokasinya yang dia sebut, yakni senilai sekitar Rp.10 juta.

“Tanpa menaruh curiga, dan kebetulan warga saya itu lagi butuh sebidang sawah dan uang lagi ada, maka terjadilah transaksi dengan pelaku penipuan bernama Nyai,” kata Siti.

Singkat cerita, warganya yang jadi korban itu menanami sawah yang digadainya. Namun, di tenah perjalanan mendapat kenyataan kalau sawah yang digarapnya itu bukan milik Nyai, yaitu penggadainya.

Terkait dengan hal tersebut, Kapolsek Langensari, AKP. Hasibin, membenarkan bahwa banyak warga Kecamatan Langensari yang menjadi korban penipuan seorang wanita bernama Nyai. Modusnya gadai sawah.

“Namun, yang sudah melaporkan hanya dua korban, mungkin yang lainnya sudah dibereskan atau Nyai mengembalikan uang hasil penipuannya kepada korban. Pelaku dalam mendekati korban atau menawarinya dengan cara menghipotis, sehingga gampang kena rayu dan terpikat menerima tawaran menggadai sawahnya,” terang Hasibin.

Atas laporan dua korban itu, pihaknya baru sebatas memeriksa pelapor dan saksi-saksi, sementara pelaku belum dilakukan pemanggilan atau penangkapan.

Anggota Reskrim Polsek Langensari, Brigadir Suhadi, menambahkan, sudah ada sekitar puluhan warga jadi korban penipuan Nyai. Bahkan, kini pelaku dikabarkan kabur ke Lampung, Sumatera. (Nanks/R3/HR-Online)

- Advertisment -