Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita BanjarJalan Pengairan di Waringinsari Banjar Kerap Makan Korban

Jalan Pengairan di Waringinsari Banjar Kerap Makan Korban

Jalan Pengairan di wilayah Dusun Sukarahayu, RT.02, RW.07, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tampak digenangi air akibat ada kebocoran pada bangunan tanggul irigasi. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Akibat adanya kebocoran tanggul irigasi, Jalan Pengairan di wilayah Dusun Sukarahayu, RT.02, RW.07, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, selalu digenangi air.

Warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi jalan seperti itu karena kerap menimbulkan kecelakaan, terutama para pengendara sepeda motor saat melintas di jalan tersebut. Bahkan, warga menganggap pemerintah kota terkesan membiarkan, tanpa adanya upaya perbaikkan.

“Tanpa ada hujan, jalan ini selalu digenangi air dan menggerogoti aspal hingga berlubang, sehingga pengguna jalan seperti pengemudi motor harus lebih hati-hati,” ujar Tata Rosadi (32), salah seorang warga sekitar, kepada HR Online, Jum’at (15/01/2016).

Dia juga mengatakan, warga semat menyumbat bagian tanggul irigasi yang bocor dengan ditutupi batu, namun tetap saja air keluar. Apalagi jika volume air irigasi sedang tinggi, sehingga air terus mengalir ke jalan.

“Tadi malam saja sudah ada yang celaka lagi, pengendara motor terpeleset jatuh, bagian tubuhnya lecet-lecet dan motornya mengalami kerusakan. Ini kan bahaya kalau dibiarkan terus,” ungkapnya.

Tata menyebutkan, kondisi jalan tergenang air seperti ini sudah berlangsung beberapa tahun, tapi sampai sekarang tidak ada penanggulangan serius dari intansi terkait. “Kami sebagai warga tidak tahu persis, apakah ini kewenangan BBWSC atau PU,” ujar Tata.

Senada diungkapkan Yoyoh (50), warga lainnya yang tinggal di sekitar jalan rusak. Menurut dia, jika sudah tergenang air, jalan tersebut mirip areal pesawahan. “Lihat saja, sangat membahayakan. Sudah banyak orang yang celaka ketika melintasi jalan ini,” tandasnya.

Yoyoh mengatakan, bahwa warga setempat tidak tahu harus mengadu ke mana. Seharusnya dengan kondisi jalan seperti ini, intansi terkait cepat tanggap. Untuk itu, warga sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah. (Nanks/R3/HR-Online)

- Advertisment -