Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariKarena Ini, Rekanan Proyek Puskesmas Purwadadi Ciamis Kena Denda

Karena Ini, Rekanan Proyek Puskesmas Purwadadi Ciamis Kena Denda

Ilustrasi. Foto: Ist/net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Proyek pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Purwadadi, Kabupaten Ciamis, senilai Rp. Rp.1.280.782.000, yang bersumber dari APBD Povinsi Jawa Barat, kini semakin disorot Komisi III DPRD Ciamis. Pasalnya, proyek pembangunan Puskesmas Purwadadi tidak selesai pada target waktu yang sudah ditentukan.

Gara-gara hal itu, kini pihak rekanan dari CV. Arthaguna Citra Pratama terpaksa harus dikenai penalti karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan Puskesmas Purwadadi sebagaimana dalam kontrak.

Anggota Komisi III DPRD Ciamis Drs. Wagino, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan, saat ini rekanan yang bertanggungjawab melaksanakan pekerjaan pembangunan Puskesmas Purwadadi dikenai penalti.

“Seharusnya pada tanggal 24 Desember 2015, proyek pembangunan Puskesmas Purwadadi sudah selesai,” kata Wagino, didampingi Anggota Komisi IV DPRD Ciamis, Hakimah.

Wagino menyayangkan, sedari awal rekanan penanggungjawab proyek pembangunan Puskesmas Purwadai tidak mengindahkan teguran yang disampaikan Komisi III DPRD Ciamis sebelum masa pekerjaan berakhir.

“Kami khawatir ini akan jadi tren, menyepelekan dengan dalih-dalih yang sebenarnya nggak perlu. Konsultan malah ngeles seperti ada main dengan kontraktor. Ini sangat kurang ajar. Konsultan seperti ini patut dipertanyakan kredibilitas dan kinerjanya. Jangan hanya asal dibayar, lantas konsultan acuh tak acuh dengan semua ini. Konsultan sudah dikontrak dan digaji oleh negara. Seharusnya dia melakukan pengawasannya lebih ekstra, yang kiranya tidak bagus tolak saja jangan dibiarkan seperti saat ini,” katanya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Ciamis, Beni Oktavia, mengaku kecewa terhadap pelaksanaan pembangunan Puskesmas Purwadadi yang sampai saat ini belum selesai. Pihaknya sejak awal sudah menduga pembangunan Puskesmas Purwadadi bakal mangkrak. Hal itu terlihat dari rekanan yang terkesan menyepelekan dan kurang bertanggungjawab terhadap pekerjaan.

“Dari awal kami sudah menerima masukan dari masyarakat, mulai dari material yang jelek, hingga ke hal-hal yang lainnya. Kami juga pernah melakukan sidak kesini, namun dari sidak pertama dan sekarang, kami tidak pernah bertemu dengan rekanan,” katanya.

Sementara itu, Konsultan pekerjaan pembangunan Puskesmas Purwadadi, Qulman, ketika dimintai keterangan, pekan lalu, mengakui pekerjaan pembangunan Puskesmas Purwadadi tidak selesai tepat waktu. Namun, pihaknya berjanji akan segera menyelesaikannya dalam waktu dekat ini.

“Awalnya saya bukan konsultan disini tapi kemudian saya diperbantukan. Sebelumnya, saya juga sudah menduga kalau pembangunan ini akan mangkrak. Soal rancangan dan persiapan sudah ditetapkan oleh konsultan yang lama. Keterlambatan ini disebabkan karena faktor keuangan dari pihak rekanan,” katanya.

Sekarang, kata Qulman, rekanan sudah dikenai denda harian sebesar 1/10.000 dari nilai kontrak atau kira-kira sekitar Rp. 1,2 juta perhari. Pihaknya berjanji, dalam dua minggu ini, Puskesmas Purwadadi selesai dibangun dan bisa dipergunakan. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -