Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisNyangku di Panjalu Ciamis Bukan Memuja Barang Peninggalan Leluhur

Nyangku di Panjalu Ciamis Bukan Memuja Barang Peninggalan Leluhur

Ribuan warga Panjalu, Kabupaten Ciamis, antusias mengikuti Upacara Adat Nyangku, Senin (04/01/2016), di Alun-alun Borosngora, Desa Panjalu. Upacara adat tersebut merupakan wujud penghormatan warga terhadap kerajaan Sangkhiyang Borosngora. Photo Eji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ribuan warga Panjalu, Kabupaten Ciamis, antusias mengikuti Upacara Adat Nyangku, Senin (04/01/2016), di Alun-alun Borosngora, Desa Panjalu. Upacara adat tersebut merupakan wujud penghormatan warga terhadap kerajaan Sangkhiyang Borosngora.

Ketua Panitia, Prof. Johan R. Wiradinata, Senin (04/01/2016), menjelaskan, upacara adat nyangku merupakan momen pesta rakyat ajang silaturahmi. Upacara adat ini sudah dilaksanakan sejak jaman Pemerintahan Prabu Sangkhiyang Borosngora.

“Prosesi adat merupakan media syiar Islam. Tujuan upacara adat nyangku bukan untuk memuja-muja barang peninggalan leluhur. Namun diselenggarakan untuk mengingat jasa dan perjuangan leluhur Prabu Sangkhiyang Borosngora,” katanya.

Melalui upacara adat nyangku, Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifin, mengajak masyarakat untuk mengingat kedua pewaris kerajaan galuh yang telah tiada. Kedua pewaris tersebut tak lain, Rd. H. Atong beserta putranya Rd. H. Edi Hernawan.

“Upacara adat nyangku dan festival budaya, pesta rakyat sekaligus sebagai even pariwisata budaya, patut untuk dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

Anggota DPR RI, Amin Santono, mengatakan, upacara adat nyangku yang dibarengi dengan kegiatan festival budaya patut mendapat apresiasi. Sebab, selain berkaitan erat dengan kearipan budaya lokal dan promosi obyek wisata, kegiatan ritual nyangku merupakan tradisi masyarakat setempat untuk menghormati leluhur Raja Panjalu.

“Terlebih, obyek wisata Panjalu sudah mulai dilirik wisatawan mancanegara,” katanya.

Ahmad (57) pengunjung, asal Pamijahan Tasikmalaya, mengaku sengaja hadir untuk menyaksikan langsung upacara adat nyangku. Menurut dia, hal itu tidak lain sebagai wujud syukur atas masuknya ajaran Islam yang dibawa dan diajarkan Prabu Sangkhiyang Borosngora. (dji/Koran-HR)

- Advertisment -