Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita CiamisPemkab Ciamis Canangkan Program Budidaya Tanaman Kelor

Pemkab Ciamis Canangkan Program Budidaya Tanaman Kelor

Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifin

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, saat ini tengah mencanangkan program budidaya tanaman kelor atau marunggai. Pasalnya, tanaman kelor diyakini memiliki nilai ekonomi tinggi, serta memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang berkhasiat bila dijadikan obat herbal.

Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifin, kepada Koran HR, pekan lalu, menuturkan, Pemerintah Kabupaten Ciamis ingin mencoba memasyarakatkan kembali tanaman kelor. Salah satunya dengan mencanangkan program penanaman kelor bersama masyarakat.

Untuk itu, Iing menandaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang mencari keberadaan sentra tanaman kelor ke berbagai daerah, salah satunya ke Kabupaten Blora Jawa Tengah.

“Kelor ini sebenarnya sangatlah mudah ditanam dan tidak memerlukan lahan yang luas. Yang penting, tanaman ini bisa mendapat sinar matahari, dimanapun bisa ditanam,” katanya.

Iing berharap, program budidaya tanaman kelor menjadikan Kabupaten Ciamis sebagai sentra penghasil kelor di wilayah Jawa Barat. Terlebih, tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman yang digunakan untuk tapal batas lahan masyarakat.

Pada kesempatan berbeda, Ketua LESBUMI PCNU Kabupaten Ciamis, Maulana Sidik, ketika ditemui Koran HR, menyambut baik program budidaya tanaman kelor yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Tanaman ini memang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa dijadikan sebagai bahan obat. Sayangnya, masyarakat Ciamis belum menyadari kegunaan dan manfaatnya,” kata Sidik.

Saat ini, Sidik mengungkapkan, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPP NU) sudah mengembangkan pembibitan tanaman kelor. LPP NU sengaja mendatangkan bibit tanaman kelor tersebut dari Blora Jawa Tengah.

Menurut Sidik, sedikitnya sudah ada sekitar 10 ribu bibit tanaman kelor berada di lahan pembibitan. Setelah menunggu sekitar dua minggu, bibit tanaman kelor itu baru bisa disebar dan ditanam di lahan milik warga NU.

“Nilai ekonomis tanaman kelor ini bisa didapat mulai dari daun, buah dan kulit. Itu bisa didapat dalam tiga bulan, sebab pertumbuhan tanam kelor sangat cepat. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, cara menanam kelor disesuaikan dengan luas lahan, dengan jarak tanam sekitar satu atau dua meter. Saat ini harga jual daun kelor kering mencapai Rp. 40 ribu perkilogram,” pungkasnya. (es/Koran-HR)

- Advertisment -