Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita BanjarPohon Besar di Doboku Banjar Ini Kurang Terawat

Pohon Besar di Doboku Banjar Ini Kurang Terawat

Pohon-pohon besar yang tumbuh sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu di kawasan Doboku, tampak terlihat kurang perawatan. Bahkan, ada pohon yang tumbuh terkurung bangunan warung kuliner. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pohon-pohon besar berumur tua yang ada di sejumlah titik di wilayah Kota Banjar, kurang terawat dan terpelihara dengan baik. Padahal, pohon berukuran besar itu sebagai pelindung sekaligus merupakan harta warisan alam yang harus dijaga.

Seperti halnya terlihat di area wisata kuliner Doboku. Pantauan HR di lokasi tersebut, pekan lalu, pohon-pohon besar itu tampak sudah rimbun, beberapa bagian rantingnya patah dan dibiarkan menggelantung. Bahkan, ada pohon yang terkurung di dalam salah satu warung kuliner.

“Ya memang sudah seharusnya pohon-pohon besar yang ada sebagai warisan alam ini, perlu dilakukan perawatan secara intensif. Terlebih area Doboku ini oleh Pemkot Banjar dijadikan obyek wisata kuliner,” kata Eri Kristianto, salah seorang pedagang kuliner.

Menurut dia, perlunya dilakukan perawatan agar wisata kuliner Doboku dengan sarana penunjang berupa pohon-pohon besar berumur tua itu akan tetap terlihat eksotik, juga berfungsi sebagai paru-paru kota untuk menyaring karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor, dan mengubahnya menjadi oksigen.

Eri mengatakan, pihaknya selaku pedagang setempat tentu tidak membiarkan begitu saja. Perawatan terhadap pepohonan besar pernah dilakukan dengan cara memangkas ranting yang menggelantung di atas. Tapi karena pekerja takut ketinggian, akhirnya ranting pun dibiarkan.

“Untuk pohon yang terkurung di salah satu warung, saya tak berani komentar, tidak enak karena sesama pedagang takut menyinggung. Yang jelas, warung itu dibuat di lokasi sampai menutup pohon, tentu bukan atas petunjuk pemerintah kota,” ujarnya.

Lanjut Eri, begitu juga pemerintah kota melalui intansi terkaitnya, sudah berupaya melakukan perawatan, terakhir terlihat dilakukan pada bulan Desember 2015 kemarin. Namun, ranting-ranting pohon yang saat ini masih menggelantung itu tak sempat dipangkas karena terkendala keterbatasan alat yang dimiliki untuk menjangkaunya.

“Sudah tahu begitu, mestinya Dinas Kebersihan harus memiliki sarana atau alat berupa mobil yang bisa menjangkau ketinggian lebih, atau sementara meminjam kepada pihak lain yang memilikinya. Jadi, sudah seharusnya dilakukan perawatan terhadap pohon pelindung tanpa harus menunggu sampai pohon rusak atau mati,” tandasnya. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -