Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita BanjarPria Asal Banjar Ini Miliki Puluhan Benda Pusaka dari Berbagai Daerah

Pria Asal Banjar Ini Miliki Puluhan Benda Pusaka dari Berbagai Daerah

Koleksi benda-benda pusaka yang terkumpul di rumah Marbani (37), warga Lingkungan Margasari RT 03 RW 05 Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Muhafidz/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Marbani (37), warga Lingkungan Margasari RT 03 RW 05 Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tampaknya memiliki hobi unik. Pria yang akrab dipanggil Ki Panji Gumiwang ini gemar mengoleksi benda pusaka yang didapat dari berbagai daerah di Indonesia.

Saat ditemui HR Online, di rumahnya, Sabtu (30/01/2016), tampak puluhan benda pusaka seperti senjata tradisional rencong aceh, kodi (golok yang berbentuk semar), mustika galih asem dan barang antik lainnya terpajang rapih di sebuah ruangan. Dia mengaku seluruh benda pusaka itu merupakan peninggalan karuhun dan masing-masing benda memiliki nilai filosofis dan historisnya.

“Ini keong buntet atau batu yang bertuliskan aksara arab. Tulisannya timbul. Kalau dilumuri perasan jeruk nipis, maka keong yang diletakkan ini akan miring seperti jalan sendiri,” ujarnya.

Selain mengoleksi senjata tradisional, dia pun memiliki sebuah bambu yang konon memiliki sejarah saat ramai pembunuhan misterius di era Presiden Soeharto atau sekitar tahun 80-an. Bambu itu, kata dia, kerap digunakan untuk memukul Ninja atau pembunuh misterius.

“Saya juga memiliki uang koin peninggalan zaman penjajahan Belanda. Uang koin itu berseri berdasarkan tahun. Meski benda-benda unik ini bernilai jual tinggi, tetapi tidak untuk dijual. Saya kumpulkan untuk sekedar koleksi,” katanya.

Marbani menceritakan, saat temannya berkunjung ke rumahnya, ternyata tertarik ingin membeli cambuk ekor ikan pari dan mustika galih asem koleksinya. “ Padahal, teman saya itu sudah memberi tawaran dengan harga tinggi, tapi saya tolak. Karena saya berprinsip seluruh benda pusaka ini tidak akan dijual,”

“Seluruh benda-benda ini nantinya akan diwariskan kepada anak-anak saya, seperti karuhun saya dulu menurunkannya kepada saya. Dan saya pun akan memberi amanat kepada anak-anak agar seluruh benda-benda ini dirawat dengan baik dan jangan ada satupun yang dijual,” tegasnya.

Marbani mengaku dirinya sudah hampir 11 tahun berburu benda-benda pusaka dan kini sudah menjadi bagian dari hobinya. “Siapapun boleh melihat koleksi-koleksi saya, tapi jangan ada yang menawar. Karena sampai kapanpun tidak akan saya jual,” pungkasnya. (Muhafid/R2/HR-Online)

- Advertisment -