Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita PangandaranSoal Limbah, Kades Sukaresik Pangandaran Minta PT Pecu Realisasikan Janjinya

Soal Limbah, Kades Sukaresik Pangandaran Minta PT Pecu Realisasikan Janjinya

Warga Dusun Cipari, RT 04 RW 02, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, memprotes limbah pabrik PT. Pacific Eastern Coconut Utama (PECU) yang dibuang ke Sungai Citonjong. Pasalnya, limbah pabrik tersebut merusak kehidupan yang terdapat di sungai, muara laut dan kolam warga. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Terkait pencemaran limbah yang dihasilkan PT. Pecu, Kepala Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Ikin Asikin, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil tes laboratorium.

Selain itu, pihaknya pun meminta agar perusahaan tersebut menambah tempat pembuangan limbah dan memperhatikan pengadaan sarana air bersih bagi warga sekitar. Karena, yang merasakan dampaknya secara langsung adalah masyarakat setempat.

Lanjut Ikin, memang dirinya tidak memungkiri, bahwa keberadaan PT. Pecu di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik ini, telah membantu pihaknya terkait masalah pekerja. Dimana pihak perusahaan merekrut 60 persen pekerjanya dari Desa Sukaresik. Tetapi, pemeliharaan lingkungan dan penyediaan air bersih sampai sekarang belum juga terealisasi. Padahal pihak perusahaan sudah janji sejak lama.

“Kalau masalah hasil dari laboratorium itu terserah, yang penting bau dan pencemaran udara segera dicari solusinya, bagaimana pemeliharaan lingkungan, penyediaan air bersih untuk warga sekitar, itu harus diprioritaskan. Pihak perusahaan juga jarang turun ke masyarakat. Bahkan, sampai saat ini kami belum pernah melihat surat perizinannya,” kata Ikin, saat ditemui HR, Selasa (26/01/2016).

Ikin berharap, untuk perizinannya pun perlu dikaji ulang. Karena, waktu proses pembuatan izin tersebut, Pangandaran masih gabung dengan Kabupaten Ciamis. Sehingga, alangkah baiknya pihak perusahaan segera meninjau kembali semua perizinannya.

Sementara itu, Kepala Dusun Ciokong, Aminudin, mengatakan, produksi air yang berlebihan membuat sumur warga sekitar menjadi kering. Bahkan, dirinya telah mengusulkan kepada pihak perusahaan agar segera menyediakan tangki untuk pembuangan limbah. Sehingga limbah yang akan dibuang ke sumber limbah ditampung terlebih dahulu.

“Kami juga menagih janji pihak perusahaan untuk pengadaan air bersih yang sudah dijanjikan, tapi sampai sekarang belum teralisasi,” kata Aminudin. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Tercemar Limbah, Sampel Air Sungai Citonjong Pangandaran Diuji Lab

Limbah Pabrik PT. PECU Pangandaran Diprotes Warga

- Advertisment -