Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarTaman Bawah Flyover Langensari Banjar Tak Sesuai Perencanaan?

Taman Bawah Flyover Langensari Banjar Tak Sesuai Perencanaan?

Taman di bawah jembatan flyover Langensari telah selesai pengerjaannya, namun warga hasilnya menilai tidak sesuai perencanaan awal. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebagian warga di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menilai, pembangunan taman di bawah jembatan flyover Langensari yang pengerjaannya telah selesai, tidak sesuai dengan perencanaan. Pasalnya, dalam proses pelaksanaannya mengalami beberapa kali perubahan.

Menurut Azis, salah seorang warga Kelurahan Muktisari, bahwa perubahan itu salah satunya pembuatan jalan pintas di area taman untuk kendaraan roda dua. Padahal, diperencanaan awalnya tidak ada.

“Adanya perubahan dalam pelaksanaan sebuah proyek menandakan perencanaannya kurang matang. Proses pembangunan itu dimulai dari tahapan perencanaan. Karena, perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya, kepada HR, Selasa (12/01/2016).

Lanjut Azis, kualitas perencanaan pembangunan sangat ditentukan sejauh mana kegiatan pembangunan tersebut mampu melibatkan masyarakat. Hal itu diperlukan agar di tengah pelaksanaan proyek tidak mengalami perubahan teknis pekerjaan, yang hasilnya tidak sesuai perencanaan awal.

Namun dia juga mengakui, pembuatan jalan itu atas usul dan saran warga setempat saat pelaksanaan proyek. Tapi dirinya pun mempertanyakan, kenapa hal teknis tersebut oleh intansi terkait tidak diantisipasi pada waktu membuat perencanaan.

Azis menjelaskan, dibuatnya jalan pintas di area taman guna mengantisipasi pengendara motor yang hendak memutar dari arah Utara menuju Selatan, kemudian balik lagi ke Utara. Jika memutarnya di depan halte atau di tanjakan flyover sebelah Selatan, hal itu sangat berbahaya dan rawan kecelakaan.

Selain itu, hasil proyek taman flyover dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp.200 juta itu, ternyata sudah ada bagian keramik yang retak dan amblas. Pihak terkait harus segera memperbaiki kerusakan tersebut.

Kemudian, dia juga mempertanyakan bunga-bunga yang ditaman jangan asal jenis, tapi harus disesuaikan dengan taman ruang terbuka hijau. Sehingga, ketika tumbuh nanti akan terlihat indah dan warga akan tertarik menikmati atau mengunjunginya.

Hal lain yang seharusnya ada dalam perencanaan pembuatan taman itu adalah fasilitas tempat sampah di sejumlah titik, supaya warga yang berkunjung tidak sembarang membuang sampah dan taman pun terjaga keindahannya.

“Pembuatan taman harus dibuat seindah dan secantik mungkin, tentu tak lepas dari kualitas dan kuantitas pekerjaan, sebagaimana perencanaannya serta anggaran yang telah ditetapkan. Intinya, kedepan proyek pembangunan apa pun, perencanaannya harus dibuat lebih hati-hati dan lebih matang lagi,” harap Azis. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -