Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita PangandaranAkses Transportasi Minim, Kendala Wisatawan Datang ke Pangandaran

Akses Transportasi Minim, Kendala Wisatawan Datang ke Pangandaran

 

Puti Guntur Soekarno

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menyatakan, kurangnya akses transportasi menjadi kendala wisatawan domestik dan asing berkunjung ke tempat-tempat tujuan wisata yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

“Bayangkan wisatawan dari Jakarta harus menempuh perjalanan hingga 7 jam dan dari Bandung 6 jam. Begitu halnya dengan wisatawan mancanegara, akses penerbangan juga belum memadai,” kata Puti, usai menghadiri acara Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (01/04/2016).

Puti mengungkapkan, akses transportasi yang bisa diandalkan tentu saja merupakan salah satu pertimbangan penting dalam merencanakan perjalanan, baik bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara.

“Kurangnya akses perjalanan darat maupun rute penerbangan akan membuat orang berpikir dua kali, bahkan terkadang enggan untuk berkunjung ke suatu tempat wisata,” katanya.

Lebih lanjut, Puti menjelaskan, jika keunikan geografis yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran dapat diakses oleh banyak wisatawan, tentu dunia wisata di Pangandaran akan berkembang dengan sangat pesat. 

“Tidak ada negara lain di dunia yang memiliki kekayaan alam dan budaya seperti Indonesia dan itu adalah modal yang sangat besar untuk menarik banyak wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, Kata Puti, keterbatasan akses penerbangan dari luar negeri membuat biaya yang diperlukan menjadi tinggi dan melelahkan wisatawan mancanegara. Pasalnya, dari luar negeri tidak ada penerbangan yang langsung ke Pangandaran. Hal itu menjadi bahan masukan Komisi X DPR RI untuk mendorong pemerintah pusat agar akses penerbangan di Nusawiru ditingkatkan.

“Penerbangan langsung ke sejumlah kota dan negara untuk tujuan wisata harus ditingkatkan dan diperbanyak guna menekan biaya dan memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan, khususnya di Pangandaran yang sudah terkenal di mancanegara,” ucapnya.

Puti menambahkan, pihaknya berharap masyarakat Pangandaran diberdayakan sehingga nantinya akan melekat pada kehidupan bermasyarakat. Dia mencontohkan, di Danau Toba pembangunan pariwisata digenjot tetapi masyarakatnya belum bisa menerima dan kesadaran wisata dan sapta pesonanya lemah sehingga kurang maju.

“Jangan setengah-setengah kalau ingin hasilnya maksimal, karena ikon wisata di Jawa Barat yaitu Pangandaran, sehingga wisatawan yang berkunjung nantinya akan aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan mendapat kenangan yang indah tentang Pangandaran,” pungkasnya. (Mad/R4/HR-Online)