Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarBegini Kronologi ‘Manusia Becak’ di Banjar Ditemukan Meninggal

Begini Kronologi ‘Manusia Becak’ di Banjar Ditemukan Meninggal

Denih Hidayat (53), seorang tukang becak yang keseharian mangkal di dekat lampu merah pertigaan RCA atau tepatnya di Jalan Tentara Pelajar No. 421, Lingkungan Cikabuyutan Barat, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, saat ditemukan meninggal di dalam becaknya, Senin (25/04/2016), sekitar pukul 07.00 WIB, tadi pagi. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Denih Hidayat (53), seorang tukang becak yang keseharian mangkal di dekat lampu merah pertigaan RCA atau tepatnya di Jalan Tentara Pelajar No. 421, Lingkungan Cikabuyutan Barat, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, tempat ia meninggal, ditemukan seorang rekannya sedang duduk di becaknya, Senin (25/04/2016), sekitar pukul 07.00 WIB, tadi pagi.

Awalnya, tidak ada yang mencurigakan. Karena ia hidup keseharian di becak. Tidur pun di becak. Namun, karena waktu sudah siang, salah seorang temannya, Samin (57), membangunkan Denih. [Berita Terkait: Diduga Jantung, Tukang Becak di Banjar Meninggal di Dalam Becaknya]

“Saya bangunkan karena waktu sudah siang. Saya kira sedang tidur, tapi matanya terbuka. Setelah itu saya goyang-goyang becaknya, berharap ia bangun. Ternyata setelah saya dicek kondisinya, ternyata ia sudah meninggal,” ujar Samin kepada HR Online, Senin
(25/04/2016).

Dari panatauan HR Online, ratusan Warga dan para pengendara menumpuk di sekitar lampu merah karena penasaran. Sementara itu, petugas kesehatan berusaha mengeluarkan Deni dari becaknya. Setelah beberapa menit, Deni berhasil dikeluarkan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar untuk dilakukan pemusaraan jenazah.

Sementara itu, tidak ada keluarga yang menjemputnya, karena ia hidup membujang dan sendiri. Sedangkan orang tuanya telah meninggal dunia dan sanak saudaranya bekerja di luar negeri.

”Tadinya dia tinggal di rumah orang tuanya di RT 04 RW 10, Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar. Tapi, sekarang dia hidup menggelandang bersama becaknya,” kata Samin.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, sebelumnya korban menderita penyakit TBC dan sempat mendapat perawatan intens. Penyakit TBC yang dideritanya akibat hidup menggelandang. Karena dia sering tidur di dalam becaknya atau tidur di emperan warung di saat malam.

Namun begitu, korban semasa hidupnya dikenal baik oleh warga sekitar. Meski terjerat kemiskinan, dia tidak pernah berbuat onar atau merugikan orang lain. Bahkan, ‘manusia becak’ ini sering terlihat di mesjid tengah beribadah. (Muhafid/R2/HR-Online)

- Advertisment -