Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita CiamisBermodus Jadi Dukun, Pemuda Brebes Curi Motor di Ciamis

Bermodus Jadi Dukun, Pemuda Brebes Curi Motor di Ciamis

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Berpura-pura sebagai dukun, seorang pencuri bernama Urek (26) warga Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil membawa kabur sepeda motor milik Yani (34) warga Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Namun, selang tiga hari kemudian, pelaku berhasil ditangkap oleh jajaran Polsek Cijeungjing.

Menurut Yani (34), korban yang juga pemilik warung di rest area Karangkamulyan, pada Sabtu (02/04/2016) malam, warungnya didatangi seorang pemuda yang mengaku sebagai paranormal atau dukun. Dia datang ke Karangkamulyan mengaku ingin berziarah dan meningkatkan ilmu kebatinannya di makam kramat yang berada di situs Obyek Wisata Budaya Karangkamulyan.

“Awalnya saya tidak curiga dengan gerak gerik pelaku, karena dia datang ke warung membeli makanan. Namun, setelah lama ngobrol panjang, dia meminta kepada saya untuk mengantar membeli bunga sebelum masuk kedalam area situs,”ungkapnya, kepada Koran HR, Selasa (05/04/2016).

Karena tidak menaruh curiga apa-apa, lanjut Yani, dirinya kemudian menyuruh Fahri anaknya untuk mengantar sang dukun tersebut membeli bunga ke Kota Banjar. Karena di sekitar daerah Karangkamulyan tidak ada yang menjual bunga.

Namun, setelah sampai di Banjar, dukun tersebut malah mengajak Fahri pergi ke Majenang. Dia waktu itu beralasan akan mengambil sebuah keris di Majenang.

“Sesampainya di Majenang, dukun tersebut meminta berhenti di sebuah minimarket. Dia kemudian meminjam motor dan suruh saya menunggu di depan mini market dengan alasan akan mengambil keris di rumah sodaranya. Namun, sudah sejam lebih dukun itu tidak kunjung menjemput kembali,”tutur Fahri, anak Yani.

Setelah menunggu berjam-jam tak kunjung datang, kemudian Fahri melaporkan kejadian itu kepada Ibunya, Yani. “Waktu itu akhirnya saya pulang naik bis ke rumah. Karena hingga pagi orang itu tidak datang kembali,” ujar Fahri.

Setelah diyakini orang itu adalah maling, Yani, ibu Fahri, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cijeungjing. (es/R2/Koran-HR)

- Advertisment -