Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariDiduga Curang, 3 Calon Kades di Ciamis Gugat Calon Pemenang

Diduga Curang, 3 Calon Kades di Ciamis Gugat Calon Pemenang

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dugaan kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, membuahkan konflik berkepanjangan.Suhu politik Pilkades di desa itu memanas setelah dipicu dugaan money politik yang dilakukan salah satu tim sukses calon kepala desa.  

Menurut keterangan yang diperoleh Koran HR, tim sukses calon kepala desa yang berhasil mendulang suara pada Pilkades, Minggu (17/04/2016), secara terang-terangan membagikan kupon untuk ditukarkan dengan berbagai makanan atau jajanan yang dijajakan pedagang di lokasi pemungutan suara.Pemberian kupon tersebut diduga sebagai salah satu upaya tim sukses calon kepala desa menggiring dukungan atau suara dari masyarakat.

Dari hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pilkades Desa Sidaharja, calon nomor 1, Aris Muhamad Haris, S.Sy mendapat sebanyak 434 suara, calon nomor 2, Ismanudin, mendapat 268 suara, calon nomor 3, Alfian Triasmoro, SE mendapat 454 suara, dan calon nomor urut 4, Haris Munandar mendapat suara terbanyak yaitu 708 suara.

Buntut dari kejadian itu, tiga calon kepala desa yang merasa dirugikan mengajukan gugatan terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh tim sukses calon kepala desa yang berhasil memenangkan dukungan suara dari masyarakat pada Pilkades serentak, Minggu (17/04/2016).

“Kami bukannya tidak menerima (legowo) atas kekalahan kami ini. Menang ataupun kalah itu sudah menjadi resiko kami dalam perhelatan Pilkades ini. Namun yang kami sayangkan perbuatan yang sangat merugikan kami inilah yang akan kami tuntut. Karena dengan pembagian kupon gratis makanan yang dilakukan oleh timses nomor 4, jelas kami merasa dirugikan,” kata Alfian Triasmoro, SE calon kepala desa nomor urut 3, diamini dua calon kades lainnya, saat dipintai tanggapan oleh Koran HR, Selasa (19/04/2016).

Alfian mengaskan, pihaknya ingin meminta keadilan terkait berlangsungnya pesta demokrasi yang diwarnai kecurangan tersebut. Dia mengaku sangat menghormati mekanisme dan tugas yang dijalankan oleh panitia. Hanya saja, dia mengaku kecewa lantaran pengawasan terhadap aksi kecurangan itu lemah.

“Yang sangat membuat kami kecewa adalah lemahnya pengawasan hingga pelanggaran tersebut seakan dibiarkan. Kenapa penyegelan terhadap para pedagang yang dilakukan oleh panitia terlambat, bukan sejak pagi sesaat setelah masuknya pengaduan dari pihak kami,” katanya.

Senada dengan itu, Ismanudin, calon kades nomor urut 2, ketika ditemui Koran HR, menyesalkan sikap tim sukses yang melakukan pelanggaran. Dia juga menyayangkan sikap salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terang-terangan menjadi tim sukses calon tersebut.

“Dalam aturannya BPD difungsikan sebagai badan pengawasan dalam pelaksanaan Pilkades. Sementara ini, dirinya (oknum) malah menjadi timses, bukannya sebagai pengawas. Saya berharap adanya penegakan aturan yang tegas agar kedepannya tidak adalagi pengacau-pengacau seperti yang terjadi di Desa Sidaharja,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -