Dinkes Ciamis Minta Guru dan Ortu Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, mewaspadai jajanan anak sekolah yang mengandung zat berbahaya. Dinkes juga mengimbau para guru dan orangtua untuk ikut mengawasi jajanan anak sekolah.

“Jadi memang harus hati-hati. Kepada guru dan orangtua agar tidak membiarkan anak-anak mereka jajan makanan yang mengandung zat berbahaya. Dan saya minta tiap sekolah membuat paguyuban pedagang kecil yang ada lingkungan sekolah,” katanya.

Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Ciamis, Hj. Tita Supartini, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel jajanan anak sekolah yang diambil dari sejumlah pedagang yang biasa mangkal di sekolah-sekolah.

“Pemeriksaan jajanan sekolah ini dilakukan untuk mengetahui apakah jajanan yang dikonsumsi anak sekolah tersebut aman atau tidak. Ini merupakan program rutin antara Dinkes dan Dinas Pendidikan,” katanya.

Tita menegaskan, upaya tersebut sengaja dilakukan dalam rangka mencegah ancaman kesehatan anak. Termasuk keracunan makanan atau penyakit yang berefek jangka panjang. Untuk itu, keamanan pangan sangat diperlukan dan merupakan tanggungjawab bersama.

“Jajanan anak sekolah harus aman, bermutu dan bergizi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Tita juga menyebutkan, sebanyak 4,7 persen dari sampel jajanan anak sekolah yang diambil Dinkes mengandung zat berbahaya.  Untuk mengantisipasi masih beredarnya jajanan berbahaya itu, Dinkes Ciamis menginstrusikan setiap Puskesmas melakukan sosialisasi.

“Sampel jajanan yang diambil diantaranya Mie, Siomay, Cilok, Baso Ikan, perenyah makanan, kupat, leupeut, arumanis, jus simping dan gulali. 4,7 persen positif mengandung zat berbahaya seperti rhodamin, diantaranya, jus simping, gulali dan arumanis. Dan yang mengandung boraks, yaitu cilok, siomay, kupat dan leupeut. Sementara yang emngandung formalin adalah mie dan siomay,” katanya. (DSW/Koran-HR)