Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisDitekuk Surabaya 0-1, Gatot: PSGC Ciamis Hanya Kalah Pengalaman Saja

Ditekuk Surabaya 0-1, Gatot: PSGC Ciamis Hanya Kalah Pengalaman Saja

PSGC Ciamis saat menghadapi Surabaya United, pada laga perdana turnamen segitiga yang digelar di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (06/04/2016). Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kekalahan PSGC Ciamis dari Surabaya United dengan skor tipis 1-0, pada laga perdana turnamen segitiga yang digelar di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (06/04/2016), hanya kalah pengalaman saja.

Hal itu diungkapkan Pelatih PSGC Ciamis, Gatot Barnowo, saat menggelar konferensi pers di Stadion Galuh Ciamis, usai laga. “Kualitas pemain PSGC dan pemain Surabaya United tidak jauh berbeda. Hanya saja, para pemain kami kurang jam terbang saja. Selain itu, komunikasi antar pemain belum berjalan dengan baik,”katanya. [Berita Terkait: Di Babak Kedua, PSGC Ciamis Akhirnya Kalah dari Surabaya United 0-1]

Gatot menambahkan, pemainnya pun kurang memberikan pressure terhadap pemain lawan, sehingga pemain PSGC lebih banyak menunggu bola. Makanya, saat mendapatkan bola, anak-anak Ciamis selalu cepat direbut pemain lawan.

Disamping itu, lanjut Gatot, ada beberapa pemain yang kondisi fisiknya tidak fit. Hal itu karena timnya baru saja diberikan pelatihan fisik yang ektra, sehingga mereka tidak menunjukan kualitas permainan terbaiknya.

Namun, kata Gatot, dengan dilakukan pergantian pemain di babak kedua, timnya bisa menujukan perlawanan yang merepotkan pemain lawan dan menciptakan beberapa peluang. Hanya saja, sambung dia, pemainnya kurang tenang dalam penyelesaian akhir di depan gawang.

“Saya sengaja banyak melakukan pergantian pemain. Karena kami masih mencari dan menentukan line up siapa saja yang bisa menjadi pemain inti. Nanti pun melawan Persib Bandung akan kami coba kembali,”ungkapnya

Mengenai turnamen ISC nanti, Gatot, optimis timnya bisa melalui turnamen dengan baik dengan targetan masuk final. Parameternya, menurutnya, saat menghadapi tim sekelas Surabaya United, anak-anak asuhannya mampu mengimbangi permainan dengan baik.

“Kita tanpa pemain asing saja bisa mengimbangi tim yang ada pemain asingnya. Apalagi nanti di turnamen ISC yang semua tim tanpa pamain asing. Tentu kualitasnya akan sangat berbeda dengan tim yang dihuni pemain asing,”pungkasnya. (es/R2/HR-Online)

- Advertisment -