Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita BanjarDuh..di Banjar Ada Seorang Guru Menghina Muridnya Sendiri

Duh..di Banjar Ada Seorang Guru Menghina Muridnya Sendiri

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (HR),-

“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru…namamu akan selalu hidup dalam sanubariku…” Itulah sepenggal bait lagu yang dinyanyikan siswa-siswi sejak Sekolah Dasar (SD) dan masih diingat hingga sekarang.

Lagu tersebut merupakan rasa terima kasih dari seorang murid terhadap gurunya, karena pengabdian dan pengorbanan jasa seorang guru begitu besar terhadap murid-muridnya. Dalam hal ini, peran dan profesi guru dalam mendidik dan membentuk karakter murid hingga menjadi seorang murid yang berkualitas, tidaklah lepas dari pengorbanan sang pahlawan tanpa tanda jasa. Guru harus mempunyai pribadi yang berkualitas, baik dari segi kepribadian maupun intelektual.

Namun pada kenyataannya, kini kualitas guru semakin lama semakin menurun. Sebab, banyak oknum guru yang mudah emosi dan keras terhadap muridnya, seperti membentak, menjewer, menampar, hingga menghina bahkan melakukan pelecehan.

Seperti yang terjadi di salah satu SMP di Kota Banjar. Seorang oknum guru berinisial AS, beberapa waktu lalu diduga telah menghina dan melecehkan empat orang siswanya hanya karena tidak mengikuti mata pelajarannya.

Oknum guru tersebut diduga telah melontarkan kata-kata kasar terhadap Anjas (14), Teguh (14), Cepri (14), dan Resa (14). Keempat siswa tersebut masih duduk dibangku kelas 8.

Permasalahan muncul ketika empat siswa itu tidak mengikuti mata pelajaran Matematika. Mereka malah di luar kelas. Pada saat itulah, AS merasa kesal dan melontarkan kata-kata kasar terhadap keempat siswa tersebut.

Ketika pulang sekolah, salah satu dari empat siswa melaporkan kepada orang tuanya. Sehingga orang tuanya pun merasa tidak terima atas ucapan oknum guru tersebut. “Seorang guru tak sepantasnya mengucapkan kata-kata kasar seperti itu. Meski anak tersebut salah, seharusnya seorang guru dapat mengontrol emosinya,” ujar Budi, salah satu orang tua dari empat siswa itu, kepada HR, Selasa (19/4/2016), ketika dihubungi HR via ponselnya.

Budi juga mengatakan, bahwa ada peribahasa kalau guru harus digugu dan ditiru. Tapi ini malah sebaliknya. Untuk itu, dirinya meminta agar profesi guru harus memberi contoh yang baik.

Permasalahan ini ditanggapi serius oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana. Dirinya sangat menyayangkan jika hal ini benar-benar terjadi. Sebab, seorang guru harus menjadi suri tauladan bagi murid-muridnya.

“Kalau memang terjadi, sungguh sangat disayangkan. Seorang guru mestinya harus menjadi suri tauladan bagi muridnya,” tandas Nana Suryana.

Sementara itu, Aa Hasan Gunara, selaku kepala sekolah tersebut, mengaku, masalah ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Pihaknya sudah mempertemukan antara AS dan orang tua murid yang bersangkutan pada hari Rabu (13/04/2016), bertempat di sekolah.

“Hal seperti ini memang tidak baik, dan ini akan dijadikan hikmah dan pembelajaran buat kami,” katanya. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -