Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarHati-Hati! Jalan Perbatasan Banjar-Ciamis Berlubang

Hati-Hati! Jalan Perbatasan Banjar-Ciamis Berlubang

Lubang sedalam 10-15 centimeter Jalan Raya Langensari-Lakbok yang berada di Kelurahan Muktisari dan Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dianggap menggangu kenyamanan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pengendara mengeluhkan banyaknya jalan berlubang di sepanjang Jalan Raya Langensari-Lakbok yang berada di Kelurahan Muktisari dan Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Menurut warga sekitar, lubang menganga tersebut merupakan sisa tambalan aspal yang sebelumnya berlubang. Sedangkan rata-rata kedalaman lubang mencapai 10-15 cm, dengan bentuk lubang kotak maupun melingkar.

“Aspal kok kayak jalan di gunung, jalannya ada gundukan dan lubang yang cukup dalam. Kalau satu atau dua titik mah wajar, tapi ini puluhan titik loh,” ujar Warsito, warga Dusun Sukarahayu, Desa Waringinsari, kepada HR Online, Kamis (07/04/2016).

Dia menyesalkan, walaupun jalan tersebut yang kerap ditambal namun struktur jalan tidak rata. Akibatnya, banyak pengendara yang kecewa dan resah dengan kondisi jalan tersebut.

“Kalau jalannya halus seperti di-hotmix kan enak. Ini mah, sudah jalannya banyak yang berlubang serta seperti kubangan ketika hujan, ditambah kendaraan besar kerap melintas. Akibatnya aspal semakin terkikis. Katanya perbedaan antara Banjar sama Ciamis itu jalannya, lah ini kok sama aja,” ketusnya.

Dari pantauan HR Online, kepulan debu serta banyaknya batu-batu kecil menghadang para pengendara, akibat kikisan jalan yang berlubang. Para pengendara pun tampak hati-hati ketika melintas jalan tersebut, karena takut tergelincir.

Tak sedikit banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan. Pasalnya, selain banyak lubang, jalan tersebut juga tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU), sehingga pengendara yang tidak tahu jalan akan terjebak, karena jalan yang berlubang tidak kelihatan pada malam hari.

Satinah (42), warga RT 9 RW 8 Dusun Sukarahayu, Desa Waringinsari, sering mendengar bahkan menyaksikan kecelakaan yang terjadi di jalan dekat rumahnya. Menurutnya, banyak yang tergelincir maupun “adu bagong”, karena berebut jalan yang halus. (Muhafid/R5/HR-Online)

- Advertisment -