Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita PangandaranIni Tradisi Ritual Tahunan Warga Cikalong Pangandaran

Ini Tradisi Ritual Tahunan Warga Cikalong Pangandaran

Masyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, tengah menggelar ritual mandi di sumber air keramat pada prosesi tumpeng tahunan, Selasa (26/04/2016). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Masyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, ramai-ramai berkumpul di rumah sesepuh desa. Mereka sengaja berkumpul untuk menggelar sebuah acara ritual yang diberinama tumpeng tahunan.

Camat Sidamulih, Erik, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/04/2016), mengatakan, di rumah sesepuh desa ratusan warga dari tiap-tiap dusun berkumpul dan membawa berbagai makanan sejenis tumpeng serta makanan lainnya.

“Acara yang dilaksanakan di Desa Cikalong ini merupakan agenda tahunan. Acara ini diberinama tumpeng tahunan,” katanya.

Erik menjelaskan, tumpeng yang dibuat warga Desa Cikalong beraneka ragam warna. Menurut dia, acara tersebut diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar waga Desa Cikalong.

“Acara tradisi tumpeng tahunan ini hanya ada Desa Cikalong. Sebelum dibagikan kepada warga, sesepuh Desa Cikalong menggelar ritual doa, meminta kepada leluhur (yang maha kuasa) untuk memberkahi warga Desa Cikalong,” katanya.

Tradisi lain yang digelar warga Desa Cikalong, kata Erik, yakni ritual mandi air keramat. Prosesi atau ritual mandi dilakukan tidak jauh dari acara tradisi tumpeng tahunan. Sumber air keramat tersebut diyakini merupakan peninggalan sejarah masa lalu.

Masyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, berkumpul di rumah sesepuh desa untuk menggelar sebuah acara ritual yang diberinama tumpeng tahunan. Foto: Entang Saeful Rachman/HR
Masyarakat Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, berkumpul di rumah sesepuh desa untuk menggelar sebuah acara ritual yang diberinama tumpeng tahunan. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

“Airnya jernih dan tidak pernah surut meski sedang kemarau. Warga percaya, air keramat itu membawa berkah dan kesuksesan yang luar biasa,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)

- Advertisment -