Jalan Rusak, Banyak Wisatawan Urung Berkunjung ke Santirah Pangandaran

Obyek wisata Santirah, Desa Selasari, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Angka kunjungan wisatawan ke Obyek wisata Santirah, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, mencapai ribuan setiap bulannya. Pada Bulan Januari saja, angkanya mencapai 1.037 orang, kemudian Bulan Februari 1.367 orang dan pada Bulan Maret mencapai 1.400 orang.

Sayangnya, tingginya angka kunjungan wisatawan tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur jalan sepanjang 4 kilometer menuju objek Wisata Santirah. Alhasil, kondisi itu membuat sejumlah wisatawan menarik diri untuk berkunjung.

Yaya, Pemandu (Guide) asal Desa Selasari, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan kondisi infrastruktur jalan menuju objek wisata Santirah. Dia juga tidak menyangkal banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan gara-gara hal itu.

“Rombongan tamu dari Jakarta menyatakan Santirah bagus. Mereka mengetahuinya dari media. Tapi saya tidak berani membawa rombongan sebanyak 10 bus itu karena jalannya rusak dan sempit,” kata Yaya.

Yaya mengaku kejadian seperti itu kerap dia alami. Untuk itu, dia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran segera mengagendakan perbaikan infrastruktur jala menuju objek wisata yang ada di Selasari.

“Potensi wisata di Selasari sangat banyak. Namun kondisi kerusakan akses jalan sangat parah. Salah satunya adalah jalan Desa Cintaratu ke Desa Selasari, Kecamatan Parigi, sepanjang kurang lebih 4 km,” katanya.

Pengelola Objek wisata Santirah, Asep, mengungkapkan, selain akses jalan, area parkir di Santirah sudah mulai jadi masalah. Menurut dia, areal lahan parkir sangat sempit. Namun demikian, pihaknya sudah memiliki grand desain penataan objek wisata santirah.

“Biasanya wisatawan yang datang dengan kendaraan pribadi ditampung di kantong parkir dulu. Karena objek wisatanya banyak, tamu diberi informasi dan pilihan Objek Wisata yang bisa dikunjungi, kemudian tamu diantar dengan transportasi lokal,” katanya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM, Cecep Dadang, belum berhasil dimintai keterangan terkait persoalan yang dihadapi di Objek Wisata Santirah. (Mad/Koran-HR)