Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarKasihan! ‘Manusia Gelembung’ Asal Banjar Ini Divonis Tak Bisa Disembuhkan

Kasihan! ‘Manusia Gelembung’ Asal Banjar Ini Divonis Tak Bisa Disembuhkan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kasirah (46), warga Lingkungan Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, menderita penyakit langka. Di sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan mirip kutil. Biasanya, penyakit yang populer disebut ‘Manusia Gelembung’ atau ‘Manusia Kutil’ ini menderita tumor.

Di Indonesia, penyakit seperti ini sudah banyak dijumpai, salah satunya yang dialami Dede ‘Manusia Akar’, warga Bandung, yang kini sudah meninggal.

Sebelumnya kasus Dede ‘Manusia Akar’ yang benjolan kutilnya cukup mengerikan itu sempat menghebohkan jagat raya.

Kasirah menderita penyakit ‘Manusia Gelembung’ ini sudah cukup lama. Sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), benjolan itu mulai tumbuh di sekujur tubuhnya hingga kini.

“Saya tak merasa gatal ataupun risih, biasa saja. Tapi cuma lama kelamaan benjolan mirip kutil di bagian paha semakin membesar,” ujarnya, kepada HR Online, di rumahnya, Jum’at (15/04/2016).

Selama ini, jelas Kasirah, penyakitnya belum pernah diobati ataupun dilakukan upaya penyembuhan. Namun, dia hanya sebatas melakukan konsultasi ke Puskesmas setempat.

“Pernah dirujuk sampai ke Bandung. Tapi kata dokter tidak bisa diobati lagi,” imbuhnya.

Kasirah berharap benjolan yang semakin membesar di bagian pahanya bisa  disembuhkan. Karena dengan adanya benjolan itu cukup mengganggu aktivitasnya.

“Kalau benjolan di wajah, badan, tangan dan kaki tidak mengganggu aktivitas saya. Hanya benjolan di paha saja yang mengganggu dan terkadang terasa sakit,” terangnya.

Kasirah sebagai tulang punggung keluarga setelah 5 tahun ditinggal suaminya, memiliki 3 orang anak. Anak pertama dan kedua pun kini mengalami penyakit serupa, walapun belum banyak seperti ibunya.

“Sama seperti ibu, saya tidak merasa gatal maupun risih. Tapi lama kelamaan semakin banyak,” ujar Ismiyati anak kedua Kasirah, kepada HR Online. (Muhafid/R2/HR-Online)

- Advertisment -