Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita BanjarKasihan, Pedagang Pasar Muktisari Banjar Berjualan di Bawah Terik Matahari

Kasihan, Pedagang Pasar Muktisari Banjar Berjualan di Bawah Terik Matahari

Beberapa atap bangunan los yang berada di tempat relokasi pedagang pasar Muktisari Kec. Langensari, Kota Banjar, belum dipasang terpal. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bangunan los yang berada di tempat relokasi pedagang pasar Muktisari Kec. Langensari, Kota Banjar, dikeluhkan banyak pedagang.

Pasalnya, semua atap atau bagian atas bangunan yang semula dijanjikan oleh Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKKTRLH) Kota Banjar, menggunakan terpal, ternyata masih ada bangunan los yang tidak ada terpalnya. Padahal, atap terpal yang dijanjikan oleh DCKKTRLH akan selesai dikerjakan pada Senin (25/04/2016), ternyata melesat.

Pantauan HR Online di lokasi, terlihat bangunan relokasi yang sudah diberi atap berupa terpal itu baru ada sekitar lima puluh los. Akibatnya, pedagang yang atapnya belum diberi terpal, terpaksa berjualan di bawah sengatan terik matahari.

“Ini waktunya hari pasar Muktisari, jadi kami berjualan di sini pada tempat bangunan los relokasi. Tapi kami sangat menyayangkan Pemkot Banjar melalui DCKKTRLH tak mampu menyelesaikan tepat waktu sesuai janjinya,” tukas salah satu pedagang yang losnya belum ada atapnya.

Terus terang, katanya, dengan kondisi seperti ini semua pedagang tentu sangat dirugikan. “Selain Pemkot janjinya tak tepat, mestinya Pemkot juga melalui instansi terkait jangan dulu membongkar pasar lama sebelum los relokasi selesai dibangun,” ucapnya penuh kesal.

Dia menyangsikan, bangunan los relokasi yang memakai atap terpal tersebut akan kuat sampai delapan bulan ke depan, atau sampai pasar baru selesai dibangun.

“Saya kira terpal itu tak akan kuat, lihat saja yang sudah ada atapnya pemasangannya kurang rapih. Jadi bisa saja dimungkinkan sebulan pun akan rusak. Pokoknya kami pedagang tak mau tau, jika ada kerusakan Pemkot harus memperbaikinya,” katanya.

Dia berharap, jangan sampai pedagang lagi yang kerepotan atau yang harus memperbaikinya. Karena, pada dasarnya revitalisasi pasar dibangun, maka hak-hak pedagang harus diperhatikan yaitu penempatan relokasi yang nyaman.

Kepala UPTD Pasar Banjar, Mamat Rahmat, S.STP, saat dihubungi, menyebutkan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak DCKKTRLH selaku teknis pengerjaan bangunan los relokasi

Sementara itu, saat HR Online mau mengkonfirmasi perihal tersebut sampai berita ini disusun, Kepala Bidang Cipta Karya DCKKTRLH Kota Banjar, David Abdillah, tidak bisa dihubungi.  (Nanks/R5/HR-Online)

- Advertisment -