Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita BanjarLahan, Kendala Terbesar Pembudidaya Jamur Tiram di Kota Banjar

Lahan, Kendala Terbesar Pembudidaya Jamur Tiram di Kota Banjar

Ali Fauzi tengah mempersiapkan bag log untuk budidaya jamur tiram. Musim penghujan membuat jamur tiram lebih segar dan berbobot. Photo: Muhafidz/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski budidaya jamur tiram di kota Banjar sudah tidak seramai beberapa waktu lalu, namun sejumlah pembudidaya masih bertahan, karena permintaan pasar masih tinggi.

Seperti Ali Fauzi, warga Rt 8/5, lingkungan Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, kota Banjar, masih dengan tekun menggeluti budidaya jamur tiram.

“Harus ulet kalau ingin untung besar dalam budidaya jamur tiram, serta pembudidaya harus mempunyai bag log yang banyak, agar panennya berkesinambungan,” jelasnya kepada harapanrakyat.com, Kamis (14/04/2016).

Ali setiap hari memanen jamur tiram sebanyak 6 hingga 8 kg, dengan harga jual per-kilo bisa mencapai Rp. 10.000. “Saat ini saya memiliki 1500 bag log. Modal terbesar bukan buat bag log atau bibit, tapi lebih luasan lahan buat bag log,” tambahnya.

Mengenai penjualan, Ali mengaku tidak pernah ada kendala. “Permintaan masih tinggi, hamanya juga Cuma ulat. Kendala terbesar pembudidaya jamur tiram adalah lahan untuk bag log,” tukasnya. (Muhafid/R1/HR-Online)

- Advertisment -