Perwakilan staf UPTD Pendidikan Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Maman Cardiman, disaksikan Wakapolsek Pataruman, IPTU. Suharno, memberikan bantuan kepada Nek Iwing yang hidup sebatang kara di lereng Gunung Sangkur, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Nek Iwing (60), yang hidup sebatang kara menempati sebuah gubuk kecil ukuran 2×4 meter di pinggiran hutan jati di lereng Gunung Sangkur, Lingkungan Sukamanah, RT. 1, RW 12, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kini mulai menerima bantuan dari sejumlah dermawan maupun instansi pemerintah.
Bantuan itu salah satunya datang dari UPTD Pendidikan Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Bantuan berupa mie instan, beras serta sejumlah uang diserahkan langsung oleh perwakilan staf UPTD Pendidikan Kecamatan Rancah, Maman Cardiman, kepada Nek Iwing di rumahnya, Jum’at (15/04/2016). [Berita Terkait: Nenek Tua di Banjar Ini Hidup Sendiri di Lereng Gunung Sangkur]
“Nek, kami hanya dapat memberikan ini, mudah-mudahan bermanfaat dan kami akan selalu mendoakan nenek agar sehat selalu,” ujar Maman Cardiman, sambil menyerahkan bantuan kepada Nek Iwing.
Saat dimintai keterangan oleh HR, Maman Cardiman mengaku, bahwa pihaknya merasa iba setelah membaca Koran Harapan Rakyat yang memuat kehidupan Nek Iwing. Beberapa pegawai di kantornya mengusulkan supaya mengumpulkan sejumlah uang untuk diberikan kepada Nek Iwing.
“Otomatis usulan tersebut kami realisasikan dan kami berikan kepada Nek Iwing. Kami merasa prihatin, begitu tabah Nek Iwing menjalani kehidupannya seorang diri. Kami juga berterimakasih kepada media yang telah memfasilitasi memberikan informasi human interest,” kata Maman.
Di tempat yang sama, Wakapolsek Pataruman, IPTU. Suharno, S.IP., bersama jajarannya, memberikan dukungan moril kepada Nek Iwing. Pihaknya juga merasa prihatin dan geram mendengar nenek yang hidup sebatang kara tersebut sempat disatroni maling, bahkan sampai membobol bilik rumah Nek Iwing.
“Kami harap semua warga harus waspada tehadap aksi pencurian dan aksi kejahatan lainnya. Selain itu, kami sangat mendukung peran dermawan yang menyalurkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Bilamana warga membutuhkan bantuan dari Polsek Pataruman, dengan senang hati kami siap melayani, apalagi urusan sosial,” kata Suharno.
Seperti diberitakan HR pada edisi sebelumnya, Nek Iwing sudah 15 tahun ditinggal suaminya meninggal dunia, dan dia tidak dikaruniai anak. Adapun keluarganya yang lain tinggalnya cukup jauh, sehingga dia harus mampu bertahan hidup seorang diri.
Gubuk tempat Nek Iwing tinggal sangat sederhana. Semua bagian dindingnya menggunakan bilik bambu, itu pun kondisinya sebagian sudah banyak yang bolong akibat lapuk dimakan usia.
Kepada HR, nenek yang hidup sebatang kara itu menceritakan kejadian pencurian yang membobol bilik bagian belakang rumahnya, pada Kamis malam (07/04/2016). (Muhafid/Koran-HR)





