Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita BanjarPelanggan Keluhkan Kenaikkan Tarif Air PDAM Tirta Anom Banjar

Pelanggan Keluhkan Kenaikkan Tarif Air PDAM Tirta Anom Banjar

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga mengeluhkan kenaikkan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Kota Banjar, yang telah diberlakukan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan.

Kenaikkan tersebut diketahui sejak pembayaran tagihan bulan April ini, yakni sebesar Rp.4.000 per meter kubik, dari sebelumnya Rp.2.800 per meter kubik. Seperti dikatakan Asep (41), salah seorang warga Lingkungan Banjarkolot, Kel/Kec. Banjar, kepada Koran HR, pekan lalu.

“Seharusnya sebelum menaikkan tarif itu ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan, jangan langsung menaikkan saja. Saya kaget waktu bayar tagihan bulan April ini jadi 40 ribuan, biasanya hanya habis 20 ribuan dengan pemakaian yang sama,” ungkapnya.

Menurut Asep, kenaikkan tarif air harusnya dibarengi pula dengan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan PDAM. Karena, selama ini masih kerap terjadi pengaliran air yang tidak lancar.

“Aliran air PDAM sering tidak lancar atau volumenya kecil. Hal itu terjadi di beberapa daerah, terutama di wilayah Pataruman, seperti di Lingkungan Jelat yang kebetulan orang tua saya tinggal di Jelat. Tapi ke daerah Banjarkolot juga sama, meski tetap mengalir tapi airnya sangat kecil,” tutur Asep.

Keluhan serupa juga diungkapkan Didi (56), warga Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar. Menurut dia, naikknya tarif air PDAM dirasakan berat, terlebih saat ini harga-harga barang kebutuhan pokok pun terus naik.

“Mungkin kalau buat pelanggan yang punya penghasilan besar tidak akan terasa berat dengan kenaikkan tarif air PDAM ini, tapi bagi saya yang berpenghasilan rendah terasa cukup memberatkan,” tuturnya.

Selain itu, Didi juga menyayangkan dengan diberlakukannya kenaikkan tarif air tanpa adanya sosialisasi dari pihak PDAM sebelumnya kepada para pelanggan. Sehingga, pelanggan tidak tahu apa alasan dari dinaikkan tersebut.

“Dari dulu setiap menaikkan tarif pasti alasannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, tapi tetap saja tidak ada perubahan. Masih saja pengalirannya tersendat, sekalinya mengalir juga kecil, atau sekalinya lancar tapi keruh airnya,” kata Didi. (Eva/Koran-HR)   

- Advertisment -