Pemkab Bersama PWI Ciamis Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis

Acara bakti sosial operasi katarak gratis, di Puskesmas Cijeungjing, Kamis (31/03/2016). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Ciamis bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Ciamis dan dibantu oleh Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), menggelar acara bakti sosial operasi katarak gratis, di Puskesmas Cijeungjing, Kamis (31/03/2016). Dalam kegiatan ini berhasil mengoperasi sedikitnya 150 warga miskin penderita katarak.

Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin, saat membuka acara tersebut, mengatakan, pihaknya sangat mengaparesiasi kegiatan bakti sosial dengan sasaran warga miskin. Menurutnya, kegiatan ini memiliki misi penting dalam menyelamatkan penderita katarak dari resiko kebutaan penglihatan.

“Mata merupakan organ yang sangat penting bagi setiap manusia. Melalui mata setiap manusia bisa memperoleh pengetahuan dan informasi dari membaca. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya menyelamatkan warga miskin dari kebutaan penglihatan saja, tetapi juga membantu mereka untuk mendapat pengetahuan dari indra penglihatannya,” ungkapnya.

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Andi Bastian, mengatakan, dalam kurun waktu 5 tahun, pihaknya berhasil menyelamatkan sekitar 600 warga miskin yang  sebelumnya menderita katarak.

“Selama 2 tahun kami sudah bekerjasama dengan PWI Ciamis menggelar kegiatan bakti sosial ini. Kami pun sangat berterimakasih dengan adanya sumbangsih dari teman-teman wartawan yang ikut menyukseskan terselanggarakan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Ciamis, Anjar Asmara, mengatakan, selain sebagai kontrol sosial wartawan juga harus turut aktif menjadi motor dalam memecahkan persoalan. Dengan digelarnya kegiatan bakti sosial operasi katarak ini, kata dia, diharapkan minat baca masyarakat semakin meningkat.

“Kami tidak hanya melakukan rutinitas peliputan, tapi juga harus menjadi bagian solusi dari kompleksitas masalah di Ciamis,” katanya.

Menurut Anjar, sekitar empat juta penduduk di Indonesia mengalami katarak dan 800 ribu diantaranya mengalami kebutaan. “Untuk menekan angka penderita katarak di Indonesia, harus melakukan operasi terhadap 240.000 orang pada setiap tahunnya, namun dalam realasinya hanya 170.000 orang yang bisa dioperasi. Dengan begitu, terdapat kesenjangan sekitar 70.000 orang,” jelasnya.

Karenanya, lanjut Anjar, untuk mengatasi kesenjangan tersebut, solusinya harus terus digalakan kegiatan bakti sosial operasi katarak di berbagai daerah di Indonesia. (DSW/R2/HR-Online)