ADVERTISEMENT
BerandaBerita BanjarPenyelesaian Kasus Aparat Desa di Banjar Digerebek Warga Dipertanyakan

Penyelesaian Kasus Aparat Desa di Banjar Digerebek Warga Dipertanyakan

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, masih mempertanyakan kejelasan terkait penyelesaian kasus dugaan asusila atau perselingkuhan yang dilakukan aparat desa setempat. Sebelumnya, warga menggerebeg rumah seorang perempuan yang belakangan diketahui aparat desa setempat, Minggu (27/03/2016) lalu, sekitar pukul 24.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Warga melakukan penggerebekan lantaran perempuan itu berduaan di rumahnya bersama seorang pria yang bukan muhrimnya hingga larut malam. Padahal, perempuan itu memiliki suami. Namun, pada saat itu suaminya tengah merantau ke luar kota.

“Kejelasan kasus ini perlu dipertanyakan, sudah sejauhmana prosesnya. Sebab hingga saat ini warga di lingkungan belum mengetahuinya,” kata sesepuh warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, kepada HR Online, Minggu (03/04/2016).

Dari informasi yang didapatnya, kata dia, warga atau pemuda yang melakukan penggerebegan dilarang banyak bicara atau disuruh bungkam terkait masalah tersebut.

“Namun, mestinya kepala desa ada komunikasi yang baik dengan warga sekitar kejadian penggerebegan. Perwakilan warga seharusnya diajak untuk menyelesaikan kasus tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, wajar sejumlah warga masih bertanya-tanya terkait kasus itu, karena tidak mengetahui prosesnya sudah sejauhmana. “Apakah Kades sudah memanggil anak buahnya yang diduga berselingkuh itu? Apakah Kades juga sudah melakukan pembinaan?,” tandasnya.

Kades, lanjut dia, harus memberikan peringatan kepada bawahannya apabila melakukan kesalahan. Karena bagaimanapun, menurutnya, seorang pejabat publik seperti itu dinilais sudah meresahkan warga dan mencemari nama baik desanya.

“Seorang pejabat publik itu sudah seharusnya memberikan tauladan baik di tengah masyarakat. Jadi kami ingin mengetahui ketegasan pemimpin desa,” tegas dia.

Menurutnya, bila telah dilakukan islah, bentuk islahnya seperti apa dan dengan siapa saja islah tersebut dilakukan. “Dalam hal ini, warga lingkungan harus tahu agar tidak menjadi sorotan dan gunjingan terus menerus,” katanya. (Nanks/R2/HR-Online)

BERITA TERBARU