Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita PangandaranTukar Guling Bandara Nusawiru Pangandaran Dituding Tidak Transparan

Tukar Guling Bandara Nusawiru Pangandaran Dituding Tidak Transparan

Area Bandara Nusawiru di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tukar guling tanah seluas 44 hektar yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat bertujuan untuk perluasan Bandara Nusawiru. Perluasan tesebut mengingat status Bandara Nusawiru akan dijadikan bandara internasional. Namun, perluasan Bandara Nusawiru kini dianggap mengundang polemik di masyarakat Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.  

Polemik tersebut diduga terkait rumor uang hasil pembebasan tanah sebesar Rp. 25 milyar. Masyarakat menganggap pihak aparatur Desa Kondangjajar tidak transparandan terkesan menutup-nutupi soal uang hasil pembebasan tersebut.

“Jujur saja kami belum bisa mengerti kenapa harga tanah yang dibeli oleh desa dari masyarakat sebagai ganti dari tukar guling tanah yang berada di area Bandara Nusawiru yang awal harganya Rp 700 ribu/ perbata, tapi pada realisasinya hanya dihargai Rp 350 ribu/ perbata,” kata Nana, warga Desa Kondangjajar, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu.

Selain itu, kata Nana, tanah milik warga yang ditukar gulingkan tersebut ternyata banyak yang berkurang setelah dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dia juga mempertanyakan sisa uang sebesar Rp. 10 milyar yang didepositokan oleh pihak desa.

“Hasil bunga depositonya buat siapa dan untuk apa. Seharusnya disini pemerintahan desa harus bisa menjelaskan kepada masyarakat, minimal tidak ada praduga di masyarakat,” kata Nana.

Nana menambahkan, masyarakat menunggu pejelasan mengenai harga tanah dan keterbukaan pihak desa. Menurut dia, jangan sampai pemerintah desa membiarkan masyarakat salah dalam persepsi atau penerimaan akibat dari pihak desa yang kurang terbuka. (Ntang/Koran-HR)

- Advertisment -