Warga Pesisir Kaget Angin Tornado ‘Ngamuk’ di Laut Pangandaran

Ilustrasi Angin Tornando. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Warga pesisir pantai Pangandaran atau tepatnya di kawasan pantai Karangtirta di Desa Karangtirta, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikejutkan oleh tiupan angin kencang yang mengamuk di kawasan perairan laut setempat. Meski angin kencang itu tidak berdampak ke darat, namun fenomena alam itu baru pertama kali terjadi di daerah tersebut.

Menurut Dadi Mulyadi, warga setempat, angin kencang yang berputar-putar di perairan laut itu terjadi pada Rabu (13/04/2016) siang. Saat itu, kata dia, dirinya melihat pusaran seperti kabut berputar-putar di atas perairan laut yang disertai hujan lebat. “Peristiwa itu terjadi sekitar 15 menit. Saya kebetulan waktu itu berada di pinggir pantai dan melihat dari awal hingga akhir fenomena langka itu terjadi,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (14/04/2016).

Dadi pun mengaku dirinya melihat angin kencang yang tengah mengamuk di perairan laut itu mampu mengangkat air laut hingga setinggi 3 meter. “Saya juga sempat kaget ketika air laut menyembul ke atas seperti layaknya air mancur atau seperti adegan dalam tayangan animasi di film-film. Waktu itu saya khawatir tiupan angin kencang yang terjadi di tengah laut itu menuju ke darat,” katanya.

Foto fenomana alam angin tornando yang muncul di perairan laut Pangandaran atau tepatnya di kawasan pantai Karangtirta di Desa Karangtirta, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang diabadikan oleh salah seorang warga di pantai Karangtirta, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Istimewa untuk HR Online
Foto fenomana alam angin tornando yang muncul di perairan laut Pangandaran atau tepatnya di kawasan pantai Karangtirta di Desa Karangtirta, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang diabadikan oleh salah seorang warga di pantai Karangtirta, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Istimewa untuk HR Online

 

Beruntung, kata Dadi, fenomena langka itu berlangsung tidak lama dan tidak sampai menghempas hingga ke darat. “Saya yakin fenomena alam itu angin tornando atau menurut istilah warga di sini menyebutnya angin syarat tahun,” ujarnya. (Ntang/R2/HR-Online)

Loading...