Selokan pembuangan pada saluran irigasi di wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kini sudah kembali normal setelah dilakukan perbaikan dengan dibuatkan pintu cor. Photo: Nanang Supendi/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Tanggul saluran irigasi yang amblas tiga pekan lalu, tepatnya di wilayah perbatasan antara Dusun Pondokhuni, RT.01, RW.08, Kelurahan Bojongkantong dengan Dusun Sampih, RT.03 RW.08, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kini telah rampung diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC).
Pantauan HR Online di lokasi, Kamis (19/05/2016), saluran irigasi dengan tinggi tanggul 7 meter dan lebar permukaan air 7 meter yang sempat tidak bisa mengairi ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Langensari, dan Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, sekarang sudah normal kembali.
Begitu pula selokan pembuangan di sebelah Utara atau pada wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, dimana saat kejadian tak dapat mengalirkan air akibat tersendat, juga sudah kembali normal setelah dilakukan perbaikan dengan dibuatkan pintu cor.
Namun, selokan pembuangan di sebelah Selatan atau pada wilayah Dusun Pondokhuni, Kelurahan Bojongkantong, belum bisa mengalir lantaran masih dalam proses pengerjaan penggalian untuk membuka gorong-gorongnya dan akan diganti dengan pintu cor.
“Pasca kejadian kita langsung meninjau lokasi, dan selang beberapa minggu turun melaksanakan pekerjaan perbaikan pada kerusakan di area lokasi yang ada,” kata PPTK Pemeliharaan Irigasi BBWSC Banjar, Ridwan Fauzi, ST., MT., saat dikonfirmasi HR Online, Jum’at (20/05/2016).
Dia juga menyebutkan, bahwa pekerjaan perbaikan tersebut sudah berlangsung sekitar satu minggu. Pihaknya berharap, dalam dua minggu kedepan semuanya dapat terselesaikan oleh pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan.
“Keberadaan irigasi itu sangat vital bagi para petani dan warga sekitar. Jadi pelaksanaan perbaikan bisa dilakukan dengan cepat dan kualitasnya baik. Sehingga semuanya normal dan petani bisa menggarap lahannya dengan baik seperti sediakala,” kata Ridwan.
Sementara itu, Tumar (50), warga setempat yang rumahnya berada di sekitar lokasi perbaikan irigasi, mengaku bersyukur, karena jebolnya tanggul irigasi ini langsung ditanggulangi dengan cepat oleh pihak BBWSC.
“Tentu warga di sini senang, karena air yang sempat turun sampai ke halaman rumah saat kejadian, kini bersih kembali. Begitu pun air irigasi sekarang sudah mengalir normal, sehingga para petani dapat menggarap sawahnya,” ujar Tumar. (Nanks/R3/HR-Online)





