Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariGara gara Ini, Puluhan Rumah Warga di Ciamis Ini Kerap Terendam Banjir

Gara gara Ini, Puluhan Rumah Warga di Ciamis Ini Kerap Terendam Banjir

Buruknya saluran drinase di sepanjang jalan Angsana, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat membuat sejumlah rumah penduduk selalu dilanda banjir cileuncang di saat turun hujan. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Buruknya saluran drinase di sepanjang jalan Angsana, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat membuat sejumlah rumah penduduk selalu dilanda banjir cileuncang di saat turun hujan.

Minggu sore (01/05/2016), puluhan rumah penduduk di Dusun Angsana terendam banjir cileuncang akibatkan curah hujan dan mampetnya saluran gendong. Kejadian itu membuat puluhan kepala keluarga sibuk membereskan perabotan rumah tangga.

Ade (42), warga setempat kepada Koran HR, Senin (02/05/2016), mengatakan, banjir yang terjadi kali ini di akibatkan oleh buruknya saluran pembuangan air (drinase) menuju sungai, sehingga setiap hujan turun dengan deras, air dari saluran yang berada di sepanjang jalan tumpah dan masuk ke pemukiman warga.

“Banjir seperti ini sudah terjadi dua kali dalam minggu terkahir. Sampai-sampai tumpahan air cileuncang ini masuk ke dalam rumah warga. Meski kejadiannya hanya berlangsung sekitar satu jam, namun warga kini jadi merasa risih,” katanya.

Kepala Desa Neglasari, Deni Nono Sunaryo, ketika ditemui Koran HR, Senin (02/05/2016), membenarkan hal itu. Deni mengatakan, mampetnya saluran drinase adalah penyebab dari terjadinya banjir yang melanda puluhan rumah warga tersebut. Pihaknya berharap, segera ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk memperbaiki saluran drinase di daerahnya.

“Di bulan ini sudah ada lima kali banjir yang masuk ke dalam rumah warga. Hal tersebut terjadi ketika hujan mengguyur wilayah Pamarican. Semua air yang dari sebelah (tonggoh) dataran tinggi seperti biasa mengalir melalui saluran drinase yang ada di pinggir jalan angsana,” katanya.

Namun, lanjut Deni, karena saluran gendong yang menjadi saluran pembuangan mengalami pendangkalan dan penyempitan oleh lumpur, air pun akhirnya tumpah ke pemukiman warga. Sedikitnya ada sepuluh rumah warga yang kini menjadi langganan banjir cileuncang saat hujan turun. Pihaknya mengajukan pengerukan saluran gendong tersebut ke kabupaten. Tapi sayang, hingga saat ini permohonan itu belum terkabul.

Pantauan Koran HR di lapangan, sejak terjadinya pendangkalan di bagian saluran gendong, banjir cileuncang kini terus terjadi di kala hujan turun. Warga pun kini mulai dilanda keresahan, karena selain air masuk kedalam rumah, banjir juga masuk ke dalam sumur gali milik warga. Warga Dusun Angsana pun kini berharap segera adanya upaya dari pemerintah untuk memperbaiki saluran tersebut. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -