Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarGP Ansor Banjar Akan Cabut Spanduk Kampanye Khilafah, HTI Tanggapi Dingin

GP Ansor Banjar Akan Cabut Spanduk Kampanye Khilafah, HTI Tanggapi Dingin

Iring-iringan konvoi anggota HTI di seputaran Kota Banjar, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banjar, Jawa Barat, Ustadz Yamin Rohaemin, menanggapi dingin komentar GP Ansor Kota Banjar, yang menganggap bahwa sistem Khilafah tidak sesuai dengan ideologi Pancasila yang diterapkan di Negara Indonesia.

Menurutnya, syariat Islam yang dibingkai dalam khilafah merupakan kewajiban yang perlu diperjuangkan. Pasalnya, hal itu merupakan kewajiban umat Islam, ketika tidak dijalankan akan mendapat dosa dan ketika menjalankan akan mendapatkan pahala. [Berita Terkait: GP Ansor Banjar Akan Cabut Spanduk Kampanye Khilafah]

“Kami berkeyakinan bahwa sistem Khilafah dapat ditegakkan di muka bumi ini, entah itu kapan. Tapi kami yakin karena ini merupakan janji Alloh yang disampaikan dalam Al Qur’an,” tegas Yamin, ketika ditemui Koran HR di kantor Sekretariat DPD II HTI Kota Banjar, Selasa (26/04/2016).

Selain itu, lanjut Yamin, Khilafah merupakan kabar gembira yang dibawa oleh Rosul kepada umatnya, walaupun sudah pernah hancur pada masa Mustafa Kemal Attaturk, Turki. Tapi pihaknya yakin sistem itu akan berdiri kembali.

Dia juga menegaskan, bahwa sistem Khilafah tidak bertolak belakang dengan Pancasila. Karena, antara Pancasila dan Islam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, saling berkaitan. Justru seharusnya Khilafah diterima karena sudah jelas dalilnya.

Menanggapi akan dilakukannya pencabutan spanduk Khilafah yang dipasang di sejumlah titik di Kota Banjar, Yamin juga menegaskan, bahwa berdasarkan ungkapan Jubir HTI Pusat dengan tiga hal penyebab rencana tersebut.

Pertama, karena tidak memiliki ilmu yang cukup atau bodoh. Kedua, ilmu yang mereka miliki belum sempurna. Ketiga, kebencian yang datang dari mereka, baik yang muslim maupun non muslim dan keimanan mereka belum lurus.

“Kami menilai, rencana tersebut dengan tiga hal tadi. Seharusnya sesama umat Islam tidak saling memusuhi. Kami siap menerima siapapun untuk mendiskusikan masalah Khilafah di sini, kami terbuka,” kata Yamin.(Muhafid/Koran-HR)

- Advertisment -