Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita PangandaranMaruyungsari Pangandaran Desa Binaan Program P2WKSS Jabar

Maruyungsari Pangandaran Desa Binaan Program P2WKSS Jabar

Tim Verifikasi P2WKSS Pemprov Jabar saat berkunjung ke di Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Kabupaten Pangandaran dipusatkan di Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. 

Penilaian yang dilakukan oleh tim verifikasi P2WKSS tingkat Jabar fokus pada kegiatan Infrastruktur dan bedah rumah, drinase, TPT dan MCK, serta upaya peningkatan peran wanita melalui pembinaan-pembinaan lingkungan, PKK dan Posyandu.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, ketika ditemui Koran HR, Selasa (03/04/2016), berharap kedatangan tim verifikasi P2WKSS Jabar memberi motivasi untuk peningkatan kegiatan program pembinaan kesehateraan keluarga.

“Maruyungsari dipilih menjadi pusat kegiatan P2WKSS karena sudah memenuhi syarat sebagai desa binaan. Dan Kepada SKPD terkait untuk lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan P2WKSS ini. Bukan hanya untuk dinilai saja, tetapi harus muncul kesadaran dari masyarakat sendiri bagaimana pentingnya peran wanita menuju keluarga yang sejahtera,” kata Jeje.

Sementara itu, Ketua tim verifikasi P2WKSS Propinsi Jawa Barat, DR Neni Alyani, SE, menyampaikan pesan dari Gubernur bahwa data dasar desa sebagai data potensi yang dimiliki harus benar-benar valid dan benar. Menurut dia, data itu digunakan untuk mengakses program kegiatan secara berkala.

“Di Kabupaten Pangandaran program kegiatan P2WKSS sudah dimulai dari tahun 2014, terpatnya di Desa Cintaratu Parigi. Dan tahun 2015 Desa Cibanten Kecamatan Cijulang mendapatkan juara tiga tingkat propinsi. Dan tahun ini Desa Maruyungsari sebagai desa binaan P2WKSS mendapat juara 2 tingkat propinsi,” katanya.

Neni menjelaskan, program utama P2WKSS yaitu kegiatan pembangunan fisik, penyuluhan dan pelayanan, pelatihan dan pembinaan, pembentukan kampung ramah anak, pembentukan kelompok di RT Binaan sebagai penunjang, pemberian bantuan alat dan bahan, inovasi dan menjaring CSR.

“Desa Maruyungsari kita jadikan desa binaan dan ternyata potensi pada pemberdayaan perempuannya tinggi. Maka dengan itu kami beri nilai bagus karena sudah lama data dasar desa sudah terbangun dengan baik,” katanya. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -