Mengungkap Asal Mula Nama Kampung Siluman di Kota Banjar

Situs Pulo Majeti di kampung Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang banyak diyakini warga dulunya sebagai pusat kerajaan Siluman. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Nama kampung Siluman dan Siluman Baru di wilayah Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Banjar khususnya. Namun, mengenai asal muasal nama kedua kampung tersebut mungkin tidak semua orang tahu.

Guna mendapatkan informasi terkait asal mula nama kampung Siluman dan Siluman Baru, HR mencoba menggali informasi dari sejumlah warga yang tinggal di perkampungan tersebut. Salah satunya Tarno (73), warga RT/RW. 38/18, Lingkungan Siluman Baru.

Ketika ditemui Koran HR, Senin (23/05/2016) lalu, dia pun menceritakan asal mula nama kampung tersebut berdasarkan cerita orang tua dulu. Bahwa, pada zaman penjajahan Belanda, seperti biasa kaum penjajah menagih upeti kepada rakyat berupa hasil panen pertanian.

Saat tiba di daerah Cisaga, Ciamis, mereka bahagia karena dapat melihat perkampungan yang ramai. Namun setelah didatangi, para penjajah baru sadar kalau kampung yang dimaksud adalah sebuah hutan belantara di perbukitan.

“Berawal dari kejadian itu, mereka bertanya kepada Bupati Ciamis saat itu, kenapa hal tersebut terjadi. Bupati Ciamis pun memberitahukan bahwa tempat itu adalah pusat kerajaan lelembut atau siluman. Jadi wajar kalau mereka tertipu penglihatannya. Penjajah pun menyebut daerah ini kampung Siluman,” ungkap Tarno.

Karena menghilang atau dalam bahasa Sunda-nya silem, maka daerah itu akhirnya dinamakan kampung Siluman hingga sekarang. Di kampung Siluman terdiri dari warga manusia biasa, sedangkan asal muasal nama kampung Siluman Baru, dahulunya terdiri dari warga lelembut, namun perkampungannya masih satu, yaitu kampung Siluman.

Warga di kedua kampung tersebut saling membantu satu sama lain, walaupun mereka berbeda alam. Setiap hajatan maupun kegiatan lainnya, antara mereka saling membantu dengan mengirimkan persediaan seperti makanan, ternak dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan.

Namun, pemberian dari warga lelembut selalu didiamkan dahulu selama beberapa hari oleh warga manusia. Akhirnya warga lelembut pun marah dan perpecahan kedua warga tersebut terjadi.

“Dari situ kemungkinan nama kedua kampung itu berasal. Tidak ada yang mengalami kejadian tersebut dan hanya menyebar dari mulut ke mulut. Orang asli kampung ini dari dulu tidak ada jejaknya, baik makam maupun bukti lainnya. Jadi, hampir semua warga Banjar sekarang adalah pendatang,” katanya.

Selain menceritakan asal muasal nama kampung Siluman dan Siluman Baru, Tarno juga menuturkan bahwa dirinya pernah mengalami kejadian janggal, yakni melihat pemukiman yang sangat ramai di sekitar Pulo Majeti. Semua bangunannya megah dan tertata rapih, jalannya bagus seperti saat ini, dan terdapat lampu neon yang panjangnya sekitar 2 meter.

“Tapi anehnya, semua bangunan berwarna hitam dan sejauh mata memandang tidak ada ujungnya, seperti fatamorgana. Mungkin itu sebabnya kampung ini bernama Siluman karena orang lain pun bisa jadi mengalami hal yang sama seperti saya,” ujar Tarno.

Berbeda dengan pendapat Tarno, kuncen Pulo Majeti, Yoyo Heryana, menegaskan, semua cerita asal usul nama kampung Siluman tidak ada yang tahu persis. Pasalnya, generasi warga asli kampung tersebut sudah tidak ada jejaknya. Bahkan, dirinya juga pernah mendengar beberapa versi cerita mengenai hal itu, tapi dia tidak bisa menjamin keabsahannya.

“Katanya dulu di sini ada orang yang nyilem atau tenggelam ke alam lain. Mungkin dari situ disebut kampung Sileman atau kampung Siluman. Tapi saya tidak bisa memastikan cerita yang sebenarnya karena versinya banyak, orang aslinya tidak ada, jejak peninggalannya pun minim,” pungkas Yoyo. (Muhafid/Koran-HR)

Berita Terkait

Lutung Ditangkap di Pulomajeti, Warga Kaitkan dengan Cerita Mistis Siluman

Menelisik Cerita Mistis Hutan Pulomajeti Banjar

Ini Cerita Sopir Angkot dan Ratu Gandawati ‘Penunggu’ Keramat Pulomajeti Banjar

Dibawa Makhluk Halus, Sopir Angkot Purwokerto Nyasar ke Pulomajeti Banjar

KOMENTAR ANDA