Puti Guntur Soekarno Putri
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Sebuah bangsa akan maju dan sejahtera bila minimal 2 persen dari jumlah penduduknya adalah wirausaha. Sebagaimana sebuah teori yang dikemukakan oleh sosiolog David Mc Clelland.
Untuk Indonesia, jumlah ideal wirausaha 2 persen dari 231,83 juta jiwa jumlah penduduk berarti dibutuhkan 4,6 juta wirausaha untuk membangun perekonomian negara. Beberapa negara maju telah menikmati hasil pembuktian teori tersebut. Contohnya negara AS maju berkat jumlah wirausaha yang mencapai 11,5-12 persen, Singapura mencapai 7 persen, Tiongkok dan Jepang sebesar 10 persen.
Menanggapi persoalan tersebut, anggota DPR RI Komisi X, Puti Guntur Soekarno Putri, saat kegiatan resesnya di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu (14/05/2016) lalu, mengatakan, melalui mitra baru Komisi X, yakni Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), pihaknya akan mengupayakan dalam penganggaran supaya peningkatan wirausaha dapat mencapai target.
“Karena ini badan yang baru dibentuk dalam kepemimpinan Pak Jokowi, tentu kami perlu mensinergikan terlebih dahulu dengan beberapa kementrian yang berkaitan dengan wirausaha, terutama sisi anggaran yang akan kita upayakan,” terangnya, kepada HR.
Puti mengaku, Bekraf yang baru terbentuk itu belum menyentuh ke tingkat daerah. Selain karena programnya belum bersinergi dengan kementrian yang ada, juga proses pencarian peluang untuk badan tersebut masih dalam penyesuaian.
“Hampir semua bidang yang diemban Bekraf mayoritas berkenaan dengan teknologi, IT, film, fotografi dan sebagainya. Nah, saya harap peluang tersebut dapat diserap di tingkat daerah, tentunya ketika nanti sudah siap semuanya,” tandas Puti.
Bekraf sendiri mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.
Di tempat terpisah, Deni, warga Desa Balokang, Kecamatan Banjar, penjual kuliner es cendol cepot dengan menggunakan mobil, mengatakan, seseorang yang mau berwirausaha harus berani dan mampu memprediksi peluang usaha apa yang bakal diterima masyarakat.
“Alhamdulillah, produk kuliner yang saya jajakan ini mulai diterima masyarakat. Memang mengawalinya berat, tapi apa salahnya kita coba bertahan dan menjamin kualitas produk. Saya yakin itu lebih mudah diterima masyarakat,” katanya.
Deni berharap, bagi para pemuda yang akan berwirausaha seperti dirinya, perlu menciptakan nuansa dan gaya baru, serta produk yang mudah dijangkau masyarakat. (Muhafid/Koran-HR)





