Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita BanjarRelokasi Pasar Muktisari Banjar Masih Semrawut

Relokasi Pasar Muktisari Banjar Masih Semrawut

Pengendara sepeda motor tampak masih bebas melewati jalur los para pedagang di lokasi relokasi. Kondisi tersebut memperparah kesemrawutan di area pasar sementara. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski sudah dipindahkan sejak dua minggu lalu, namun penataan relokasi pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang ditempatkan di jalur jalan irigasi masih tampak semrawut.

Pantauan HR di lokasi, sebagian pedagang memilih berjualan dengan membuat los sendiri di luar tempat yang telah ditentukan, bahkan menyewa los ilegal yang dibuat entah oleh oknum. Semua los yang tidak berdasar ketentuan itu berada pada jalur sebelah Utara jalan.

Kemudian, deretan los yang dibuat Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) dari dekat Pos Polisi ke arah Barat, terlihat dibagian pintu masuk digunakan pedagang kaki lima. Sampai sekarang, rekayasa lalu-lintas saat hari pasar belum juga dilakukan.

Para pedagang yang menempati los sementara sesuai dengan ketentuan, mempertanyakan kondisi yang terjadi di lapangan saat ini. Terutama mengenai berdirinya sejumlah bangunan los ilegal.

“Bagaimana ini, kenapa masih banyak pedagang yang tidak menempati los berdasarkan ketentuan ya, dan kenapa jalan di sebelah Barat dari perempatan atau Pos Polisi itu hingga kini belum ditutup,” tanya Dimin, salah seorang pedagang, ketika dijumpai HR, Selasa (03/04/2016).

Dia juga mengatakan, los para pedagang di area tersebut posisinya saling berhadapan. Namun, los yang menghadap ke Selatan seolah membelakangi jalan raya. Sementara di belakangnya pun ada yang berjualan dengan membangun los sendiri, bukan pada tempat sesuai ketentuan.

“Mestinya pedagang itu ditegur sejak awal oleh pengelola pasar, sehingga tidak timbul kekecewaan di akhir. Menurut saya pasar sementara ini seolah masih semrawut, sepeda motor juga masih bebas masuk ke jalur los pedagang,” ujar Dimin.

Senada dikatakan Giran, pedagang lainnya. Dirinya juga mempertanyakan pembangunan sejumlah los di sebelah Utara jalan, atau dari Pos Polisi ke arah Timur, oleh seorang oknum dan kemudian disewakan kepada para pedagang.

“Oknum yang membangun los itu bukan pada tanah miliknya. Masalah ini menjadi pertanyaan kami, apa memang itu seizin yang punya, dalam hal ini mungkin milik Dinas PU, atau diizinkan pihak UPTD Pasar dan paguyuban,” ujar Giran.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Pasar Banjar, Mamat Rahmat, S.STP., mengakui, bahwa sampai saat ini pihaknya masih dalam proses penataan di lokasi pasar sementara. “Jadi, kalau pun memang dianggap masih semrawut, ya itu berproses,” katanya.

Dalam tahapan yang sedang berproses sekarang ini, terang Mamat, pihaknya tengah fokus pada pemasangan jaringan penerangan listrik di lokasi pasar sementara. Hal itu harus diperhatikan untuk menjaga kerawanan atau antisipasi pencurian saat malam hari, karena banyak barang dagangan yang disimpan para pedagang di los sementara. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -