Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisSoal Gali Sumber PAD, Ciamis Perlu Mencontoh Purbalingga

Soal Gali Sumber PAD, Ciamis Perlu Mencontoh Purbalingga

Ketua Pansus LKPJ DPRD Ciamis, Ohan Hidayat

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis sudah membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas untuk membahas dan menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ciamis tahun 2015.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Ciamis, Ohan Hidayat, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, Pansus dibentuk usai rapat Paripurna LKPJ, untuk membahas berbagai bidang. Meliputi, kesehatan, pendidikan, pariwisata, pembangunan, pendapatan asli daerah, tenaga kerja dan juga APBD.

“Pansus ini dibentuk untuk mengetahui sejauhmana perkembangan pemerintahan Kabupaten Ciamis, terutama dalam masalah PAD yang memang saat ini masih kurang. Perlu ada tindakan yang jelas oleh pemerintah dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah penghasil PAD. Ini tentunya juga akan berdampak terhadap pembangunan dan juga kesejahteraan,” katanya.

Ohan melanjutkan, ada beberapa agenda Pansus yang saat ini sedang dijalankan terkait LKPJ Bupati Ciamis. Dan belum lama ini, kata Ohan, pihaknya menggelar studi banding ke Pemerintahan Daerah Purbalingga Jawa Tengah.

Di Purbalingga, Ohan menjelaskan, pihaknya mempelajari mengenai tata kelola bidang kesehatan, kepariwisataan dan penyerapan tenaga kerja. Untuk pengelolaan wisata, Pemerintah Daerah Purbalinggan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD itu kemudian menjadi sumber PAD Purbalingga.

“Kenapa kita pilih Purbalingga untuk studi banding Pansus LKPJ DPRD Ciamis, karena wilayah Purbalingga merupakan daerah terjepit, akan tetapi memiliki PAD yang cukup besar dari berbagai bidang. Bahkan setelah dilihat, daerah itu tidak memiliki jalan nasional, sementara Ciamis dengan luas wilayah cukup besar, akan tetapi masih banyak potensi yang belum dikembangkan dan digali untuk menghasilkan PAD,” katanya.

Ohan menjelaskan, banyak hal yang bisa diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. Salah satunya soal penyerapan tenaga kerja. Merujuk laporan dari pemerintahan purbalingga, angka penyerapan tenaga kerja disana mencapai 80 persen.

“Mereka (pemerintah) berhasil mengundang investor luar datang untuk mengembangkan usaha di Purbalingga,” katanya.

Tidak hanya itu, Ohan menuturkan, berdasarkan hasil kajian Sucofindo Semarang, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu daerah yang stabil di bidang ekonomi. Masyarakat terlibat langsung dalam pengembagan ekonomi daerah tersebut.

Menariknya, Ohan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengambil alih pembelian gabah petani. Tindakan itu dilakukan saat harga gabah di pasaran anjlok. Mereka berupaya menyelamatkan petani agar tidak mengalami kerugian.

Selain itu, dari pembagian hasil cukai tembakau, Purbalingga juga mendapatkan keuntungan yang sangat besar, sehingga PAD daerah tersebut dari tahun ke tahun terus bertambah. Bahkan, bunga kreditnya bisa disalurkan kepada petani dengan sistem pinjam pakai. (Es/Koran-HR)

- Advertisment -