Anggota Paskibra Kecamatan Langensari, Kota Banjar, sedang berlatih di halaman Kantor Kecamatan Langensari. Photo: Nanang Supendi/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Dua bulan menjelang pelaksanaan pengibaran bendera merah putih pada acara peringatan HUT RI ke-71 tanggal 17 Agustus 2016 mendatang di Alun-alun Langensari, Kota Banjar, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di wilayah tersebut belum mendapatkan kepastian terkait kebutuhan baju seragamnya.
Pasalnya, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Banjar, tidak mampu mendanai kebutuhan tersebut dengan alasan untuk tahun ini tidak dianggarkan.
“Paskibraka Kecamatan Langensari ini terus intens melakukan latihan guna persiapan upacara HUT RI ke-71. Namun disayangkan, hingga saat ini atau dua bulan menjelang pelaksanaan, kami belum mendapatkan kepastian untuk seragam peserta,” kata salah satu tim pelatih Paskibra Kecamatan Langensari, kepada HR, yang namanya enggan disebutkan, Kamis (16/06/2016).
Menurutnya, setiap tahun seragam peserta Paskibra Kecamatan Langensari memang dianggarkan oleh Disdikbudpora Kota Banjar, tapi tahun ini tidak dianggarkan. “Aneh juga, kenapa tidak dianggarkan, sudah tahu Kecamatan Langensari selalu melaksanakan upacara HUT RI tersendiri di wilayahnya atau tidak ikut bergabung di kota,” tukasnya.
Lebih heran lagi, ungkapnya, Disdikbudpora malah memberikan solusi agar anggaran kebutuha seragam dibebankan kepada masing-masing sekolah yang siswanya menjadi anggota Paskibra.
“Hal ini lah penyebab belum adanya kepastian pengadaan seragam. Karena, meskipun pihak sekolah sudah dikumpulkan, tapi ternyata ada sekolah yang tidak menyanggupinya,” jelas sumber HR yang namanya enggan dikorankan itu.
Sekmat Langensari, Jajat Sudrajat, S.Sos., yang juga Ketua PHBN HUT RI Kecamatan Langensari, membenarkan, bahwa untuk tahun ini Disdikbudpora tidak mampu memberikan seragam Paskibra Kecamatan Langensari karena tidak dianggarkan.
“Itu diketahui setelah kami menanyakannya, dan Disdikbudpora beralasan karena ada pemangkasan anggaran atau istilahnya efesiensi anggaran. Sehingga, kami selaku panitia kebingungan dan merasa aneh, kenapa kegiatan rutin tahunan tapi anggarannya malah dipangkas atau ditiadakan,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya tidak sebatas menanyakan kepada Disdikbudpora saja, tapi Camat sendiri juga mengkoordinasikan sekaligus meminta solusi kepada Walikota Banjar untuk pendanaan seragam Paskibra Kecamatan Langensari.
“Mendengar alasan seperti itu, bahkan walikota sendiri juga merasa heran dan langsung mempertanyakan kepada Kadisdikbudpora. Karena, meski memang mengintruksikan efesiensi anggaran, tapi walikota menginginkan untuk kegiatan rutin tidak boleh dipangkas anggarannya,” tutur Jajat.
Setelah itu, Disdikbudpora mengumpulkan sejumlah SMP dan SMA di Kecamatan Langensari, bertempat di SMAN 2 Banjar, untuk memusyawarahkan permasalahan tersebut. Dalam musyawarah itu, pihak Disdikbudpora tetap meminta agar pengadaan seragam Paskibra ditanggulangi pihak sekolah masing-masing peserta.
Namun, sampai saat ini belum ada kepastian lantaran masih ada sekolah swasta yang tidak menyanggupinya. Menurut Jajat, pihaknya juga memaklumi atas ketidaksanggupan itu karena keterbatasan dana yang dimiliki sekolah swasta.
“Kami pun selaku panitia PHBN HUT RI Kecamatan, juga tak mampu mengadakan anggaran sebanyak itu untuk keperluan seragam Paskibra. Kalau untuk membantu konsumsi peserta Paskibra selama seminggu menjelang pelaksanaa upacara, tentu disiapkan,” tandas Jajat. (Nanks/Koran-HR)





