Sejumlah tokoh ulama, politik dan organisasi masyarakat, saat mengikuti Focus Group Discussion dengan tema Tantangan masa depan umat Islam, yang digelar DPD II HTI Kota Banjar. Photo: Dok. HTI Banjar.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia dan di dunia saat ini adalah neo-liberalisme dan neo-imperialisme. Hal itu ditegaskan Ketua DPP II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banjar, Ustadz Dede Tisna, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Tantangan masa depan umat Islam,” Kamis sore (23/06/2016), di RM Sambel Layah, Kota Banjar.
Menurutnya, saat ini neo-liberalisme diemban oleh negara-negara besar, lalu disebarkan ke negara-negara berkembang, khususnya ke negeri-negeri kaum muslimin melalui suatu metode yang tidak pernah berubah, yaitu neo imperialisme (penjajahan gaya baru).
Ustadz Dede juga menyebutkan, bahwa banyak Undang Undang yang tidak berpihak kepada rakyat dan Undang Undang itu ternyata pesanan asing. Dengan demikian, maka umat Islam harus menghadapi keduanya dengan perubahan orang dan perubahan sistem.
“Orang yang amanah dan sistem yang benar. Sistem yang benar adalah sistem syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah ‘ala Minhajin Nubuwwah,” tandas Ustadz Dede.
Di tempat yang sama, aktivis HTI Kota Banjar, Ustadz Ibnu Aziz Fathoni, menjelaskan, bahwa untuk memahami permasalahan umat dan membaca masa depan umat Islam, harus memiliki beberapa kemampuan.
Kemampuan itu diantaranya berpikir politis, karena tanpa itu akan sulit untuk membaca makar musuh-musuh Islam, sehingga sulit untuk meraih kebangkitan umat. Dia pun optimis, masa depan adalah milik umat Islam, setidaknya berdasarkan empat faktor.
“Islam adalah agama yang sempurna dan sesuai fitrah manusia, kabar gembira dari Al-Quran dan hadist, ambruknya peradaban barat, tanda-tanda politik dunia saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, acara yang digelar DPD II HTI Kota Banjar ini diikuti oleh sejumlah tokoh ulama, politikus hingga tokoh ormas. Tokoh yang hadir diantaranya Ketua Umum MUI Kota Banjar, K.H. Ridwan Mansur, Ketua FPI Kota Banjar, Kiyai Asep Muchtar Ghazali, tokoh NU K.H Badar Ismail, S.HI., dan mantan Wakil Walikota Banjar, H. A. Dimyati. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (Eva/R3/HR-Online)





