ADVERTISEMENT
BerandaBerita BanjarKirmir di Waringinsari Ambrol, Pemkot Banjar Diminta Segera Turun Tangan

Kirmir di Waringinsari Ambrol, Pemkot Banjar Diminta Segera Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Kirmir saluran pembuangan air Cigaron di Dusun Sukarahayu, RT.01, RW.07, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, ambrol. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kirmir saluran pembuangan air Cigaron di Dusun Sukarahayu, RT.01, RW.07, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang ambrol sejak dua minggu lalu, hingga kini tak kunjung diperbaiki.

Pantauan HR di lokasi, Senin (13/06/2016), tembok penahan tanah dengan tinggi sekitar 1,5 meter itu, sepanjang 30 meter ambrol dan materialnya menutupi sebagian selokan, akibatnya, laju air sedikit terganggu.

ADVERTISEMENT

Tuni (47), salah seorang warga setempat, mengatakan, ambrolnya kirmir tersebut sudah terjadi sekitar dua minggu lalu saat terjadi hujan deras. “Sebelumnya memang kondisi bangunan kirmir sudah retak-retak dan miring. Jadi ketika hujan deras dan debit air tinggi tak bisa menahan lagi dan akhirnya roboh,” ungkapnya.

Namun, menurut Tuni, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan. Padahal, jika curah hujan tinggi dan selokan tersumbat tumpukan material kirmir yang roboh, bukan tidak mungkin air akan naik/meluap dan masuk ke permukiman warga.

Sementara menurut Sarman (45), warga lainnya, bahwa pemasangan kirmir di lokasi saluran pembuangan air Cigaron kontruksinya kurang bagus, dan pemasangannya terlalu berdiri tegak.

“Mestinya dipasang agak miring, jadi pantas kalau sekarang cepat ambrol. Saya berharap kirmir yang ambrol segera diperbaiki oleh Pemkot Banjar melalui intansi terkaitnya, karena waktu itu proyek dikerjakan Dinas PU. Termasuk Pemdes Waringinsari juga harus ikut mengontrol, turun ke lapangan,” ujar Sarman.

Ditemui terpisah, Kepala Dusun Sukarahayu, Agus Wartono, mengaku sudah melaporkan kepada Pemdes Waringinsari, terkait ambrolnya kirmir selokan tersebut. Namun, dirinya tidak mengetahui kelanjutannya, apakah sudah dilaporkan ke Dinas PU atau belum oleh pemdes.

“Seingat saya, itu kerusakan bukan lagi tanggung jawab pelaksana proyek, sebab dikerjakan tahun 2013. Maka pemerintah kota mesti segera mengatasi dan merencanakan perbaikkan,” katanya.

Jika tidak segera diperbaiki, lanjut Agus, maka bagian tembok kirmir di sebelahnya akan ikut roboh lantaran kini kondisinya pun sudah retak-retak, sehingga rawan ambrol.

Di tempat terpisah, Kasi. Perencanaan, Doni Wangsasusana, ST., dan Kasi. Pengembangan dan Peningkatan Irigasi PSDA Dinas PU Kota Banjar, Suparman, mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan tentang ambrolnya kirmir saluran irigasi tersebut.

“Untuk memastikan kami pun sudah meninjaunya ke lokasi, dan akan diusahakan perbaikkan secepatnya. Sekarag kita masih koordinasi intern, anggaran mana yang akan digunakannya,” terang Doni.

Menurutnya, perbaikkan dilakukan bisa melalui anggaran operasional perbaikan (OP). Namun jika tak memungkinkan akan dikerjakan melalui anggaran perubahan, dan pengerjaannya harus menunggu APBD perubahan disyahkan, yaitu sekitar bulan Agustus. (Nanks/Koran-HR)

BERITA TERBARU