Tempat untuk PKL yang disediakan di depan Baninza sebelah Timur tampak belum ditempati karena masih dalam proses pengerjaan. Photo: Nanang Supendi/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Meski belum sepenuhnya dibuka resmi, aktivitas kegiatan usaha di Banjar Indah Plaza (Baninza), Jln. Hamara Effendi, sudah berjalan sejak 3 Juni 2016 kemarin. Namun demikian, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di depan gadung tersebut masih enggan menempati lapak yang telah disediakan oleh pihak Baninza dan Pemkot Banjar.
Pantauan Koran HR di lokasi, Selasa (07/06/2016) lalu, di depan Baninza sebelah Timur sudah dibuatkan tempat untuk 8 PKL. Masing-masing PKL disediakan tempat untuk lapak berukuran 1 meter persegi, terbuat dari tiang besi dan atap seng aluminium. Tapi belum satupun ditempati PKL.
Salah satu PKL, Efendi (52), mengeluhkan penataan yang dilakukan pihak pemkot dan Baninza karena membuatkan lapak hanya dengan ukuran 1 meter persegi, padahal tempat sebelumnya berukuran sekitar 3-4 meter.
“Bagaimana saya mau jualan dan nyimpen barangnya, ukuran tempatnya juga kecil gitu. Kurang pas seperti yang diharapkan kami,” keluhnya.
Dia juga menjelaskan, bahwa belum bergesernya para PKL lantaran tempat yang disediakan Baninza masih dalam proses pengerjaan, termasuk belum ada aturan yang jelas terkait penempatannya.
“Mestinya secepatnya lagi para PKL dikumpulkan dan diterangkan sifat penempatan bangunan yang dibuatkan itu bagaimana. Kalau sewa, ya akan dipikirkan dulu sama PKL. Intinya, PKL bukan tak mau bergeser, tapi ingin kejelasan dan ingin tempat berjualan yang dibuatkan layak ukurannya seperti semula,” kata Efendi.
Pedagang lainnya, Ade, menyebutkan, asal sifatnya tak merugikan PKL, tentu siap bergeser dan menempati tempat yang disediakan pihak Baninza. “Kita siap saja, terlebih itu sudah keharusan karena Baninza sudah dibuka, kita terima,” ujar Ade.
Sementara itu, bagian pemasaran Baninza, Deden, saat dikonfirmasi HR, mengaku, terkait penataan PKL, saat ini masih terus berkoordinasi dengan PKL-nya. Namun, untuk lebih detailnya dia mengaku tidak tahu karena bukan kewenangannya.
“Masalah itu bagian HRD yang mengurusnya. Tapi sekarang orangnya sedang tidak ada di tempat. Saya sendiri fokus memasarkan kios Baninza yang sementara ini belum laku disewa semuanya. Mudah-mudahan sebelum dibuka resmi, yakni rencananya 17 Juni, kios yang ada dapat terisi semua,” kata Deden. (Nanks/Koran-HR)





