Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisGerakan Antar Anak ke Sekolah Disambut Baik Masyarakat Ciamis

Gerakan Antar Anak ke Sekolah Disambut Baik Masyarakat Ciamis

Photo : Ilustrasi/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pada tahun pelajaran baru 2016/2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menganjurkan para orangtua untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah. Ajakan ini ditanggapi baik oleh beberapa pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pemerhati Pendidikan, Dewi Ratih M.Pd, sekaligus dosen di Unversitas Galuh Ciamis, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, Senin (18/07/2016), membenarakan bahwa Gerakan Antar Anak ke Sekolah pada hari pertama masuk sekolah merupakan gebrakan awal yang bagus dalam proses pelibatan orang tua di sekolah.

Dewi mengatakan, yang dikampanyekan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, tujuannya agar orangtua dan guru bisa lebih intensif berkomunikasi dan saling memahami dalam perkembangan pendidikan anak/ siswa yang dititipkan orangtua di sekolah masing-masing, serta sebagai bagian dari komitmen orangtua untuk terlibat dalam proses pendidikan anak di sekolah.

Menurut Dewi, selama ini orangtua hanya mengantar anak sampai di gerbang sekolah, maka tradisi itu perlu diubah. Orangtua siswa hendaknya bertemu langsung dengan guru dan menitipkan anaknya pada guru itu untuk dididik.

“Sehingga ada proses ikatan psikologis dalam tatap muka dan dialog antara guru, orangtua siswa, dan siswanya sendiri,” ungkapnya.

Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin, ketika mengantar anaknya ke SMPN 5 Ciamis, menegaskan, bahwa pihaknya mendukung gerakan yang digulirkan Mendiknas tersebut. Pasalnya, gerakan itu tak hanya memberikan semangat kepada siswa, tetapi juga untuk menguatkan komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah.

“Jadi, gerakan yang digulirkan Mendiknas ini harus dicerna secara luas. Artinya, orangtua tak hanya mengantarkan anaknya ke sekolah saja, tetapi gerakan ini harus dijadikan momentum untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah terkait informasi perkembangan anaknya selama belajar di sekolah,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Oih, apabila sudah terbina komunikasi dengan baik, maka pihak sekolah bisa melaporkan perkembangan masing-masing siswa kepada orangtuanya. “Contohnya, ada siswa nakal atau kerap bolos, pihak sekolah bisa langsung melaporkan ke orangtuanya untuk bersama-sama dilakukan pembinaan. Jadi, gerakan ini sangat besar manfaatnya,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto, M,Pd, membenarkan bahwa program yang dicanangkan pemerintah pusat sangat membantu pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik.

Toto mengatakan, tujuan dari pelibatan orang tua di sekolah ini untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Dengan komunikasi yang baik antara orangtua dan guru, maka berbagai permasalahan yang terjadi pada anak bisa diselesaikan.

Lebih lanjut Toto menuturkan bahwa selama ini pelibatan orangtua siswa di sekolah telah terjadi, namun belum menjadi gerakan nasional. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat yang telah membidani gerakan ini.

Ika Ratih  (38), orang tua murid asal Ssadananya, mengatakan, anjuran agar orangtua mengantarkan anaknya pada hari pertama sekolah sangat tepat. Sebab dengan mengantarkan anak ke sekolah, dirinya dapat berkomunikasi langsung dengan guru kelas yang akan mengajar anak, sehingga diharapkan dengan komunikasi yang cair ini, perkembangan anak di sekolah dapat dipantau langsung melalui guru kelas.

“Kalau sudah ketemu gurunya, istilahnya memasrahkan anak untuk dididik itu bagi saya sangat melegakan. Benar sekali anjuran ini menurut saya,” ungkapnya. (Heri/Koran-HR)