Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita CiamisKader Demokrat ‘Gruduk’ Kantor UPJ PLN Ciamis

Kader Demokrat ‘Gruduk’ Kantor UPJ PLN Ciamis

Kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis menggeruduk Kantor UPJ PLN Ciamis. Photo : Eli Suherli/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis menggeruduk Kantor UPJ PLN Ciamis. Hal itu dilakukan terkait pernyataan petugas PLN yang menyatakan bahwa Kantor DPC Demokrat Ciamis melakukan pencurian listrik.

Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Nurmuttaqin, ketika ditemui HR Online, Kamis (21/07/2016), mengatakan, pihaknya tidak terima disebut melakukan pencurian listrik. Pihaknya menuntut PLN Ciamis meminta maaf.

“Kita datang ke kantor PLN untuk minta kejelasan terkait SOP pencabutan listrik dan pencemaran nama baik yang dilakukan petugas PLN, dengan menyebutkan bahwa kantor DPC Demokrat melakukan pencurian listrik,” ungkapnya.

Nurmutaqin menuturkan, sebagai kader Partai Demokrat pihaknya tidak terima dituding oleh salah satu petugas PLN telah melakukan pencurian listrik sejak tahun 2015. Kalaupun benar mencuri, pihaknya siap bertanggungjawab.  

“Namun jika dihina oleh petugas tanpa fakta yang jelas, jangan salahkan kami, jika kami juga melakukan tindakan,” tegasnya.

Kepada HR Online, Nurmuttaqin mengaku berang dengan sikap petugas PLN Ciamis yang melakukan pencabutan listrik secara sepihak bersama polisi bersenjata lengkap. Padahal seharusnya terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihaknya.

“Apabila benar Kantor DPC Demokrat telah melakukan pelanggaran, mencuri listrik dari tahun 2015, kenapa baru sekarang PLN melakukan pencabutan. Padahal ketika terjadi pelanggaran seharusnya dari dulu sudah dicabut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nurmuttaqin, mendesak UPJ PLN Ciamis meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat melalui media massa. Pihaknya memberi jangka waktu 1 x 24 jam kepada pihak PLN untuk melakukannya.

Sementara itu, Ketua Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) UPJ PLN Ciamis, Tina, mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan petugas lapangan terkait persoalan tersebut.  

“Kalaupun ada kesalahan, kita akan ambil jalan yang terbaik,” katanya. (Es/R4/HR-Online)