Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita PangandaranBejat, Oknum Guru Agama di Padaherang Pangandaran Diduga Cabuli Muridnya

Bejat, Oknum Guru Agama di Padaherang Pangandaran Diduga Cabuli Muridnya

Orang tua korban, E, saat berada di ruang Kepala Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Salah satu orang tua murid sekolah agama warga Dusun/Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran yang berinisial E (37) melaporkan ke pihak Polsek Padaherang pada Rabu (14/12/2016) lalu atas dugaan pelecehan seksual yang dialami putrinya AS (8) oleh seorang oknum guru sekolah agama sebuah madrasah di Padaherang.

Menurut E, anaknya menceritakan aksi bejat tersebut saat AS tengah mengikuti kegiatan sekolah agama di madrasah yang tidak jauh dari rumah AS.

“AS mengaku saat di madrasah sekitar pukul 14.00 WIB dipanggil oleh salah satu temannya untuk menemui TL, pelaku, dirumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari madrasah. Dengan modus memerintah AS mencarikan istri TL dan AS kembali melaporkan bahwa istrinya tidak ada. Saat itulah TL menjalankan aksi bejatnya,” kata E kepada HR Online, Senin (19/12/2016).

Berubahnya perilaku AS yang tiba-tiba menjadi pendiam dan murung, lanjut E, namun setelah didesak AS mau menceritakan penyebabnya. Bahkan, dari cerita AS kepada E menyebutkan bahwa bukan AS saja yang pernah mengalami pelecehan tersebut, namun teman lainnya juga pernah dilecehkan oleh TL.

Menurut E, karena aksi bejat TL tersebut sudah melanggar hukum, ia berharap TL segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Saya tambah curiga saat melakukan pemeriksaan AS ke Puskesmas bersama suami saya. Saya lihat dokternya seperti tidak suka dan pada waktu itu yang diizikan mendampingi hanya suami. Padahal, saya ingin tahu hasilnya. Bahkan, hingga saat ini belum ada hasil dari pemeriksaan tersebut. Saya rasa seolah-olah ada persekongkolan karena pelaku juga belum ditangkap,” paparnya.

Setelah kejadian pelecehan tersebut, sambung E, anaknya jadi enggan untuk berangkat sekolah agama. Terkecuali dipaksa, AS justru lebih banyak diam tidak seperti biasanya. (Mad/R6/HR-Online)

Berita Terkait

Kapolsek Padaherang Pangandaran; Kasus Pelecehan Seksual Baru Dugaan

Soal Pelecehan Seksual, Ini Kata Kepala Desa Karangmulya Pangandaran