Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita CiamisGrup Musik Tradisional Asal Ciamis Ini akan Ciptakan Alat Musik Karinding Elektrik

Grup Musik Tradisional Asal Ciamis Ini akan Ciptakan Alat Musik Karinding Elektrik

Kerinding Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah berhasil memodifikasi alat musik angklung elektrik untuk menghasilkan suara melodi, Grup Musik Tradisional Dugkul Angklek, yang bermarkas di Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini, kini tengah menciptakan alat musik tradisional lainnya agar bisa dimainkan secara elektrik. Karinding yang merupakan alat musik tradisional asli sunda, tengah dimodifikasi menjadi alat musik elektrik yang tujuannya agar mudah dimainkan oleh siapapun.

“Kami saat ini tengah memodifikasi alat musik tradisional karinding menjadikan alat musik elektrik. Hal itu agar mempermudah siapapun memainkan alat musik karinding,” ujar Pimpinan Grup Musik Tradisional Dugkul Angklek Panjalu, Upen Suhendar, kepada Koran HR, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, alat musik tradisional karinding, kini tengah gencar dipopulerkan oleh para seniman sunda. Tak hanya menghasilkan suara unik, karinding pun ternyata cocok dipadukan dengan alat musik modern. Mak tak heran, apabila alat musik tiup ini sering dimainkan untuk mengisi instrumen lagu-lagu kekinian. Bahkan, salah satu grup musik asal Bandung, menjadikan alat musik karinding sebagai ciri khas alat musiknya.

Sebelumnya, Grup Musik Tradisional Dugkul Angklek Panjalu, sudah berhasil memodifikasi alat musik angklung yang biasa dimainkan secara manual menjadi elektrik. Setelah dimodifikasi, alat musik tradisional itu terdengar berbeda dari biasanya dan kalau dimainkan sepintas sudah mirip suara organ.

“Sebelumnya kami sudah mempunyai grup musik yang bernama Dugkol yang berarti alat musik Bedug dan Kohkol. Namun, setelah setahun berjalan, alunan musik Dugkol terasa kurang pas dan terkesan monoton, karena tidak terdengar alat musik yang mengeluarkan suara alunan melodi,”katanya.

Setelah berdiskusi dengan sesama pecinta musik tradisional, lanjut Upen, kemudian dirinya mendapat masukan agar menambah alat musik tradisional yang suara dan nadanya bisa menyerupai organ.

“Akhirnya, terpikir untuk menciptakan alat musik Angklung yang menyerupai suara Organ. Namun, alat musik Angklung itu mempunyai delapan belas oktaf yang harus dimainkan oleh delapan belas orang. Dan saya bersama rekan lainnya berusaha untuk mengubah Angklung tersebut bisa dimainkan oleh satu orang,” terangnya.

Alhasil, dari sebuah imajinasi dan kerja keras, akhirnya tercipta sebuah alat musik yang dinamakan Angklek yang berarti Angklung Elektrik. Dan bisa dimainkan seperti layaknya Organ. Kemudian alat musik Angklek ini dipadukan dengan alat musik Bedug dan Kohkol yang sebelumnya menjadi alat musik ciri khas grup tersebut.

“Syukur Alhamdilillah, proses pembuatan alat musik ini menghabiskan waktu selama tiga bulan. Setelah selesai dibuat, ternyata bisa menghasilkan nada bunyi yang diinginkan,”ujarnya. (Tantan/Koran-HR)