Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita PangandaranIni Cara Tepat Agar Bangkai Hiu Tidak Membahayakan Menurut DKPK Pangandaran

Ini Cara Tepat Agar Bangkai Hiu Tidak Membahayakan Menurut DKPK Pangandaran

Ikan Hiu Tutul atau Hiu Naga Bintang yang terdampar di Pantai Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Photo: Asep Katiwa/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan hiu tutul yang mati di wilayah Pangandaran selain membahayakan ketika dikonsumsi, juga proses penanganannya menggunakan cara khusus guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bagi manusia.

Ade Ade Supriatno, Kasi Sumber Daya Laut dan Pemberdayaan Masyarakat DKPK Pangandaran, mengungkapkan, mengubur ikan hiu yang mati kurang dianjurkan sehubungan proses dekomposisi (pembusukan) memiliki kandungan virus dan bakteri membahayakan.

“Saat dekomposisi di dalam tanah berlangsung, virus dan bakteri akan menghasilkan spesies cacing baru yang membahayakan bagi manusia,” katanya kepada HR Online, Minggu (04/12/2016).

Adapun cara yang dianjurkan, sambung Ade, adalah menenggelamkan ikan hiu tersebut di laut lepas sekurang-kurangnya dengan kedalaman 20 meter. Sebelum ditenggelamkan, gas dalam tubuh hiu tersebut dikeluarkan lalu diberi pemberat guna melancarkan penenggelaman.

“Cara ini lebih efektif dan berkontribusi positif bagi kesehatan ekologi dasar laut yang merupakan sumber makanan bagi biota laut. Cara ini mengadopsi prinsip Do No Harm. Kami menghimbau kepada warga agar tidak memotong, menyayar, apalagi mengkonsumsi ikan tersebut, sebab bahaya bagi kesehatan,” pungkasnya. (Askar/R6/HR-Online)  

Berita Terkait

Ini Sebabnya Mengkonsumsi Hiu yang Mati di Pangandaran Berbahaya

Hiu Tutul Mati di Pangandaran

- Advertisment -