Minggu, Mei 22, 2022
BerandaArtikelKucing, Hewan Peliharaan yang Berjasa Dalam Ilmu Pengetahuan

Kucing, Hewan Peliharaan yang Berjasa Dalam Ilmu Pengetahuan

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Selain anjing, kucing menjadi salah satu binatang yang paling populer untuk dijadikan peliharaan. Kucing seakan punya ‘sihir’ untuk membuat manusia selalu menyukainya dengan berbagai tingkah imut dan menggemaskannya.

Bahkan tak hanya dipelihara, kucing juga ternyata sudah menjadi sahabat ilmu pengetahuan sejak dahulu. Baik itu menemani para ilmuwan untuk menjalani riset, atau jadi objek dalam penelitian itu sendiri.

Berikut ini beberapa kucing yang telah berjasa dalam hal ilmu pengetahuan. Tanpa mereka, ilmu pengetahuan tidak akan seperti sekarang;

Kucing kloning pertama.

Tahun 2001, Operation CopyCat dari Texas dan A&M University, berhasil melahirkan kucing bernama CC, yakni hewan peliharaan kloning pertama di dunia. Nama CC adalah kepanjangan dari Carbon Copy, sebagaiman fitur yang kita temukan di email.

Kucing ini dikloning dari seekor kucing betina ‘belang telon’ bernama Rainbow, berjenis kaliko, kemudian dimasukkan ke sel telur yang nukleusnya telah diambil. Lalu memasukkan embrio tersebut ke Allie, yaitu seorang induk pengganti atau Surrogate.

Walaupun identik secara gen, namun CC dan Rainbow sama sekali tidak ada kemiripan. Hal seperti itu memang biasa dalam kondisi alamiah kucing yang mengalami perubahan ‘bungkus’ DNA saat masih dalam kandungan. Hingga tahun 2011, CC masih hidup dan melahirkan beberapa anak.

Kucing membantu astronom paling penting di dunia sains.

Edwin Hubble, adalah seorang astronom yang menginisiasi Hukum Hubble, dan juga seorang pecinta kucing. Bahkan, dalam isi sepucuk surat yang ditulis istrinya, menyebutkan, bahwa kucing bernama Nicolas Copernicus, membantu dirinya menemukan rahasia dari Hukum Hubble.

Foto yang disimpan oleh Huntington Library di San Marino, California, Hubble terlihat sedang memeluk kucingnya, dan sepertinya sang kucing tersebut tengah mencari kehangatan.

Kucing sebagai analogi telegraf nirkabel Einstein.

Tahukah Anda, bahwa sebuah legenda yang dipercaya semua orang menyebutkan, Albert Einstein menggunakan kucing sebagai analogi untuk menjelaskan cara kerja telegraf. Hal itu dijelaskannya dengan menyebut telegraf seperti kucing yang sangat panjang; “ketika kucing ini ditarik ekornya di New York, maka kepalanya yang sedang di Los Angeles akan mengeong.”

Radio juga demikian, mengirim sinyal di satu tempat, maka di tempat lain sinyal tersebut diterjemahkan menjadi sebuah pesan.

Kucing mata-mata.

Pada tahun 60-an CIA meluncurkan operasi mata-mata menggunakan kucing. Tak perlu alat-alat canggih, CIA mencoba melatih kucing untuk menguping percakapan Rusia. Sebuah mikrofon yang dipasang di telinga serta transmitter yang dipasang di dekat leher, dan antena dipasang di ekor si kucing, maka agen kucing pun siap beraksi.

Kucing bionik pertama.

Di tahun 2010, Oscar menjadi kucing pertama yang dipasang kaki palsu. Pemasangannya langsung dikaitkan pada bagian tulang pergelangan kakinya. Teknologi bernama intraosseous transcutaneous amputation prosthetics ini meniru struktur dari tanduk rusa, yang memadukan tekstur seperti daging dan logam di sebuah segel ketat. Ini adalah teknologi tulang prostetik untuk hewan peliharaan, tapi sempat diuji coba ke manusia dan hasilnya positif. Menurut dokter, kaki palsu yang ditanam jauh lebih nyaman daripada yang bisa dilepas.

Kucing menyala dalam gelap.

Tahun 2011, ilmuwan mencoba membuat seekor kucing yang bisa menyala dalam gelap. Percobaan ini bukan kegiatan iseng, sebab ilmuwan menemukan gen yang bisa menyala dalam gelap adalah gen yang mungkin kebal terhadap AIDS.

Ilmuwan bermaksud membuat kucing tersebut menjadi kucing yang kebal, atau ilmuwan menyebutnya ‘Feline Immunodeficiency Virus.’ Jika kucing ini benar kebal, hal itu mungkin jadi salah satu solusi pencegahan HIV-AIDS untuk manusia. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -