Sabtu, Januari 29, 2022
BerandaBerita BanjarPengembangan 7.585 UMKM di Banjar Terkedala SDM

Pengembangan 7.585 UMKM di Banjar Terkedala SDM

Para pelaku UMKM tengah mengikuti pelatihan yang digelar Disperindagkop Kota Banjar, dalam upaya peningkatan SDM UMKM. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Banjar jumlahnya saat ini tercatat ada 7.585 unit, terdiri dari 6.736 usaha mikro, 746 usaha kecil, 75 usaha menengah dan 28 usaha besar. Namun, perkembangannya masih terbentur pada keterbatasan SDM.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, H. Nana Sutarna, melalui Kasi. UMKM, Hendra Gunawan, kepada Koran HR, disela-sela kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakannya di RM Intan, Selasa (29/11/2016) lalu.

“Sebanyak ribuan UMKM di Kota Banjar itu menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar dan berpotensi melakukan penyerapan tenaga kerja. Jika dihitung dari 7.585 UMKM, dapat menyerap tenaga kerja sekitar 13.656 orang,” kata Hendra.

Jadi, bila dilihat dari kegiatan usahanya, UMKM tentunya telah menyentuh hampir seluruh bidang perekonomian di masyarakat yang meliputi sektor pertanian, peternakan, perdagangan, industri, jasa dan lainnya.

Namun demikian, perkembangan UMKM di Kota Banjar kini masih sering terbentur pada masalah klasik, yakni keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang menghinggapi hampir seluruh UMKM.

Menurut Hendra, permasalahan tersebut memang menjadi salah satu kendala serius di Indonesia, tak terkecuali di Kota Banjar. Adapun yang menjadi penyebab utamanya adalah aspek entrepreneurship, atau kurangnya pendalaman jiwa kewirausahaan dari masing-masing pelaku UMKM.

“Hal lainnya yang masih menjadi kendala diantaranya manajemen, teknik dan pengembangan produksi, pemasaran serta pengadministrasian. Padahal, aspek-aspek tersebutlah yang dibutuhkan untuk menopang keahlian dalam menjalankan usahanya,” terangnya.

Itu semua berimplikasi dalam mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk, meningkatkan efesiensi dan produktifitas produksi, memperluas pangsa pasar serta mengakses perbankan.

Untuk itu, pihaknya selaku OPD teknis terus berupaya menanggulangi permasalahan SDM pelaku UMKM. Salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan secara langsung kepada pelaku UMKM, karena tak dipungkiri peran pemerintah sangat penting dalam menyelenggarakan program-program pemberdayaan bagi warganya.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap bisa membawa dampak positif terhadap peningkatan dan pengembangan UMKM di Kota Banjar, sehingga mampu sejajar dengan pengusaha lainnya yang telah maju,” tandas Hendra. (Nanks/Koran HR)

- Advertisment -