Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaBerita Ciamis461 Rumah dan 13 Hektar Sawah di Panumbangan Ciamis Terendam Banjir

461 Rumah dan 13 Hektar Sawah di Panumbangan Ciamis Terendam Banjir

Banjir merendam permukiman warga di di Desa Kertaharja dan Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 461 rumah warga di Desa Kertaharja dan Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan terendam banjir menyusul meluapnya Sungai Citanduy setelah terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (31/12/2016) sore. Warga yang rumahnya terendam banjir pun memilih mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, setiap hujan deras mengguyur hulu Sungai Citanduy yang kemudian menyebabkan debit air sungai meningkat, sering kali membuat aliran sungai yang berada di Kecamatan Panumbangan, meluap. “Banjir bukan pertama kali terjadi. Dalam tahun 2016 saja, sudah beberapa kali terjadi banjir,” ungkapnya, kepada HR Online, Minggu (01/01/2017).

Ade menambahkan, sering meluapnya Sungai Citanduy yang berada di Kecamatan Panumbangan diduga akibat terjadinya penyempitan pada badan sungai. Selain itu, kondisi dasar sungai pun mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur.

“Kalau tidak ada penanganan dari pemerintah, salah satunya dengan dilakukan pengerukan, banjir dipastikan akan terus terjadi ketika intensitas hujan tinggi di daerah tersebut,” ujarnya.

Ade mengatakan, akibat banjir merendam rumah, tak sedikit harta benda milik warga ikut terendam banjir. “Namun, hingga saat ini kami belum mendapat laporan adanya korban jiwa akibat bencana tersebut,” ujarnya.

Selain merendam permukiman warga, lanjut Ade, 13 hektar areal persawahan dengan kondisi siap panen pun terendam banjir. Akibatnya, tanaman padi dipastikan rusak dan terancam gagal panen. “Puluhan kolam ikan milik warga juga turut terendam banjir. Ketinggian banjir pun sempat merendam akses jalan penghubung antar desa di wilayah tersebut,” ujarnya.

Menurut Ade, sebagian warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi ke masjid desa sembari menunggu air surut. Ade mengatakan, banjir mulai surut sekitar pukul 10.00 WIB dan warga pun kembali ke rumahnya untuk membersihkan isi rumah yang kotor akibat terendam banjir.

“Sampai saat ini kami dari Anggota Tagana Ciamis masih siaga di sekitaran daerah yang terkena banjir untuk memantau perkembangan. Karena dikhawatirkan terjadi lagi banjir susulan “ujarnya. (Heri/R2/HR-Online)