Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarGelaran Pasar Malam di Langensari Banjar Terus Disoal

Gelaran Pasar Malam di Langensari Banjar Terus Disoal

Hingga menjelang batas waktu kegiatan usai, gelaran pasar malam di sekitar Alun-alun Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, terus menuai masalah. Photo: Nanang Supendi/HR.  

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Gelaran pasar malam yang masih berlangsung di sekitar Alun-alun Langensari, Desa/ Kecamatan Langensari, Kota Banjar, terus menuai masalah. Pasalnya, satu minggu menjelang penutupan, sebagaimana izin yang diberikan hingga tanggal 15 Januari 2017, pihak pelaksana belum memberikan kontribusi kepada Pemerintah Desa Langensari.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala Desa Langensari, Yanti, membenarkan, bahwa pihak desanya belum menerima pemasukan atas kompensasi dari gelaran pasar malam yang diselenggarakan di wilayah pemerintahannya.

“Soal itu memang kita tidak memintanya. Karena meski kita memberikan rekomendasi izin, tapi kita sudah kesal duluan lantaran pihak pelaksana tak menghargai dengan melangkahi kebijakan pemerintah desa. Izin belum terpenuhi semua, peralatan pasar malam sudah datang dan dipasang,” kata Yanti, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2016) lalu.

Dirinya hanya berpesan dan menitipkan kepada pelaksana kegiatan agar memperhatikan Karang Taruna Desa, DKM Mesjid Agung dan PKL Alun-alun Langensari. Namun, sampai sekarang pun pihaknya tidak tahu apakah pihak pelaksana sudah memberikan kepada ketiga lembaga tersebut.

Sedangkan untuk Desa Langensari sendiri tak akan menerima, karena gelaran pasar malam dari awal sudah menyalahi prosedur. Terlebih terus menjadi kegaduhan publik, dan pemerintah desa pun tak ingin disalahkan. Seharusnya pelaksana kegiatan berpikir untuk mengevaluasi diri atas kelakuannya.

“Kedepan sekitaran alun-alun tak boleh digunakan kembali untuk pasar malam. Tapi lingkungan juga harus paham dan saling koordinasi dengan desa. Termasuk muspika wilayah Kecamatan Langensari atau unsur pemberi izin, yaitu mulai dari kecaatan, Koramil dan Polsek harus sama-sama tegas,” tandas Yanti.

Sekretaris Desa Langensari, Dadang Suharto, menambahkan, memang seharusnya sebuah pelaksanaan kegiatan yang berada di wilayah pemerintahannya harus ada pemasukan untuk PADes.

“Karena gelaran itu bisa dianggap cacat prosedur, jadi kepala desa tak ingin meminta kontribusi untuk desa. Tapi dari gelaran sebelumnya yang dilakukan pihak lain suka menerima dan itu memang tidak ada permasalahan,” katanya.

Lanjut Dadang, justru pihak desa merasa heran, manakala tak ingin memberikan rekomendasi izin pelaksanaan pasar malam, tapi pemerintahan atau intansi terkait di atasnya sudah mengeluarkan rekom dan izinnya.

Hal seperti itulah yang tidak diharapkan pihaknya, karena seharusnya prosedur yang dijalani pihak penyelenggaran dirunut dari bawah. Terlebih sebelumnya pernah dirakorkan oleh Pemerintah Kecamatan Langensari dengan mengintruksikan tidak boleh memberikan izin pelaksanaan pasar malam di sekitar alun-alun. (Nanks/Koran HR)